Erigavo, juga dieja Erigabo, adalah sebuah kota yang berada di bawah administrasi Somaliland dan merupakan pusat administratif terbesar di region Sanaag.[1]
Demografi
Erigavo dan distrik sekitarnya dihuni oleh berbagai klan. Catatan penelitian pada akhir 1990-an menyebutkan bahwa kota ini pada masa itu “sepenuhnya didominasi” oleh cabang Habr Yunis dan Habr Je’lo dari klan Isaaq.[2] Penilaian distrik tahun 2013 oleh Pengamat Pencegahan Konflik dan Kekerasan (OCVP) mengidentifikasi empat klan utama di Erigavo, yaitu Habr Je’lo, Habr Yunis, Warsangali, dan Dhulbahante, dengan sejumlah kecil kelompok lain, menunjukkan komposisi kota yang beragam.[3]
Data jumlah penduduk berbeda-beda tergantung wilayah dan waktu pengukuran. Sebuah teks foto-esai tahun 2011 memperkirakan populasi Erigavo sekitar 180.000 jiwa, angka yang tampaknya mencakup wilayah distrik secara keseluruhan, bukan hanya kawasan perkotaan.[4] Sebaliknya, penilaian OCVP tahun 2013 menyebutkan bahwa populasi kota Erigavo sendiri sekitar 30.000 jiwa.[3] Sebagai perbandingan, Survei Perkiraan Populasi (PESS) tahun 2014 mencatat bahwa seluruh wilayah Sanaag memiliki lebih dari 540.000 penduduk, yang menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk tinggal di luar ibu kota wilayah tersebut.[5]
Sanaag memiliki salah satu proporsi rumah tangga nomaden tertinggi di tingkat nasional, yang memengaruhi pola permukiman serta pergerakan musiman keluar dan masuk kota. Berdasarkan data PESS tahun 2014, sebagian besar penduduk wilayah ini merupakan pengembara.[6] Guncangan situasional juga memengaruhi demografi jangka pendek; misalnya, bentrokan yang terjadi pada Desember 2024 menyebabkan perpindahan penduduk di dalam dan sekitar Ceerigaabo/Erigavo.[7]