Karier politik Sukandar bersama Partai Golkar mulai bersinar di Sumedang dengan menduduki beberapa jabatan strategis seperti Kepala Bagian Penerangan Pendidikan, Sekretaris, hingga Ketua Partai Golkar Kabupaten Sumedang pada periode 2002–2004 hingga Ketua Penasehat periode 2004 – 2008.
Pemilukada 2008 dan Masuk ke PPP
Akan tetapi, setelah melepas masa jabatan sebagai Anggota DPRD Jawa Barat pada tahun 2008, Sukandar juga memutuskan untuk hengkang dari partai yang telah membesarkan namanya dan memilih bergabung bersama Partai Persatuan Pembangunan pada awal Januari 2009.
Kepergiannya dari Golkar terjadi setelah kegagalan Endang Sukandar menduduki kursi Bupati Sumedang pada Pemilukada Bupati Sumedang 2008 silam ketika ia berpasangan dengan Dony Ahmad Munir (yang kemudian menjadi Bupati Sumedang Periode 2018-2023).[3][4] Pada saat yang bersamaan, pemegang gelar Magister Administrasi dari UNIGA (Universitas Garut) juga diberhentikan dari jabatan sebagai Anggota DPRD Jawa Barat berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) nomor 161.32-356 tahun 2008 tertanggal 23 Mei 2008.
Namun, masalah tersebut tidak menyurutkan jiwa Endang Sukandar. Ia memutuskan kembali ke kampus dan memimpin Universitas Sebelas April (UNSAP) Sumedang. Tidak lama setelah resmi bergabung dengan PPP, Sukandar ditunjuk sebagai Ketua MPC periode tahun 2009, jabatan yang juga berhasil membuatnya melenggang ke Senayan (DPR RI) pada Pemilihan umum 2009 dari daerah pemilihan yang sama dengan dirinya di DPRD Jawa Barat (Jawa Barat 9 (Kabupaten Subang, Sumedang, Majalengka)).[5]
Selain aktif berpolitik, politikus kelahiran kota kembang ini juga tercatat aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Pendiri YPK pada 1975, Ketua Yayasan Pendidikan TPK, Ketua Yayasan Pendidikan Wahana Bakti, Ketua dan Penasihat FKPPI, Pendiri Yayasan Korpri, Ketua Pengurus YPSA, Ketua Bid. Pol. Badan Penggerak Pembinaan Angkatan 45, dan sebagainya.