Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada tanggal 25 Januari 1969 dengan nama PT Elektronika Nusantara, dan awalnya berperan sebagai pendukung operasi Pertamina, terutama dalam hal pemeliharaan dan perbaikan peralatan komunikasi elektronik, peralatan navigasi, dan sistem radar yang digunakan oleh kapal milik Pertamina maupun kapal asing yang bekerja sama dengan Pertamina. Perusahaan didirikan oleh Ir. H. Udaya Hadibroto, yang kemudian namanya digunakan menjadi menjadi Ruang Udaya pada Graha Elnusa yang diresmikan oleh Presiden direktur Elnusa Ir Aswad Dipo, dan disaksikan oleh keluarga Udaya; Indah Udaya (istri), Aksa Udaya, Namira Udaya dan Ozal Udaya (anak).
Pada tahun 1971 hingga 1974, perusahaan ini berekspansi ke sejumlah bidang, antara lain dengan membentuk Divisi Pemrosesan Data Seismik, meluncurkan Pusat Data Ilmiah dan Integrated Oil Communication System (IOCS), serta menyediakan jasa akuisisi data seismik, jasa stimulasi reservoir, dan jasa optimalisasi proses kilang. Pada tahun 1980 hingga 1987, perusahaan ini berekspansi ke bisnis pengelolaan dan penyimpanan data minyak dan gas, jasa ladang minyak, dan distribusi bahan bakar dengan mendirikan PT Sigma Cipta Utama, PT Elnusa Workover Hydraulic, dan PT Elnusa Petrofin. Pada tanggal 8 Juni 1984, nama perusahaan ini diubah menjadi seperti sekarang. Antara tahun 2003 hingga 2005, perusahaan ini mendirikan PT Elnusa Drilling Services untuk menyediakan jasa pengeboran terpadu, serta mengakuisisi PT Purna Bina Nusa asal Batam yang kemudian diubah namanya menjadi PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi.
Pada tahun 1980 hingga 1987, Perusahaan terus memperluas bisnisnya ke sektor pengelolaan dan penyimpanan data minyak dan gas, layanan lapangan minyak, dan bisnis distribusi bahan bakar minyak domestik melalui pendirian PT Sigma Cipta Utama, PT Elnusa Workover Hydraulic dan PT Elnusa Petrofin. Pada tahun 1984, nama Perusahaan PT Electronika Nusantara berubah menjadi PT Elnusa.
Pada tahun 2003 hingga 2005, Perusahaan memperkuat keberadaannya di industri minyak dan gas dengan mendirikan PT Elnusa Drilling Services yang melayani jasa pengeboran terintegrasi dan mengakuisisi PT Purna Bina Nusa, yang kini bernama PT Elnusa Fabrication Construction dan berbasis di Batam.
Pada tahun 2007, Untuk lebih fokus sebagai penyedia jasa hulu migas terintegrasi, Perseroan menggabungkan 4 (empat) anak perusahaan: PT Elnusa Geosains, PT Elnusa Drilling Services, PT Sinar Riau Drillindo, dan PT Elnusa Workover Services.
Pada tahun 2008, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ELSA.
Pada tahun 2009 hingga 2010, Perseroan melakukan divestasi saham di beberapa perusahaan yang bukan merupakan bisnis inti Perseroan, untuk memperkuat bisnis di bidang jasa minyak dan gas.
Pada tahun 2011 hingga 2012, Perseroan menyelenggarakan program Turnaround untuk meningkatkan kinerjanya dalam semua aspek bisnis, operasi dan memperkuat implementasi budaya perusahaan
Pada tahun 2013, Perseroan meluncurkan 'tahun Sumber Daya Manusia', dan mendirikan PT Elnusa Trans Samudera (ETSA). Pada tahun 2013, Perseroan juga mendefinisikan kembali visi dan misinya dan menetapkan dirinya sebagai penyedia Jasa Energi diikuti dengan perubahan logo.
Pada tahun 2014, Memperkuat fungsi operasional, organisasi dan pengendalian internal serta mengevaluasi dan mendefinisikan kembali seluruh produk/jasa Perseroan. Selain itu, Perseroan mendirikan PT Elnusa Geosains Indonesia dan PT Elnusa Oilfield Services sebagai bagian dari mitigasi risiko Perusahaan
Pada tahun 2017, Perseroan mempercepat kinerja operasional dan fokus pada jasa berbasis non-aset di lini jasa hulu migas, juga mendorong pertumbuhan pangsa pasar melalui diversifikasi portofolio.
Pada tahun 2018, Mencatat pendapatan tertinggi dalam sejarah melalui penguatan diversifikasi portofolio. Kinerja jasa distribusi dan logistik energi terus dipupuk, sejalan dengan penyesuaian jasa hulu migas di tengah transisi ekuilibrium[10]
Perusahaan ini kini tidak hanya menyediakan dukungan untuk pengeboran minyak dan gas, namun juga menyediakan dukungan untuk berbagai aktivitas eksploitasi lain. Perusahaan ini juga memiliki sebuah kapal seismik yang diberi nama "Elsa Regent" untuk mendukung aktivitas eksplorasi di blok Jambi Merang. Selain itu, untuk pertama kalinya, perusahaan ini berhasil mendukung proyek pembongkaran anjungan YYA di blok Offshore North West Java (ONWJ). Perusahaan ini pun berhasil melakukan inovasi pengeboran menggunakan HWU EHR-12 yang difabrikasi sendiri, sehingga dapat menjadi alternatif alat untuk melakukan pengeboran sumur baru dengan menggunakan Hydraulic Workover Drilling (HWD). Perusahaan ini kemudian berekspansi ke bisnis distribusi bahan bakar minyak, dengan mengelola 49 unit depot minyak dan 1.629 unit truk tangki. Perusahaan ini juga mampu memfabrikasi sendiri tiga alat, yakni Hydraulic Rig-14, Triple Pump, dan Air Receiver Tank.[9][11] Pada tanggal 1 September 2021, mayoritas saham perusahaan ini resmi diserahkan ke Pertamina Hulu Energi, yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai induk subholding Hulu di lingkungan Pertamina.[12]
Layanan
Berikut ini sejumlah layanan yang disediakan oleh perusahaan ini:
1.Jasa Data Geofisik: proses dan penyimpanan data melalui metode seismic dengan peralatan yang dibentangkan di darat, laut dan zona transisi (laut dangkal/hutan bakau) dan laut dalam. Menjadi pionir dalan jasa data geofisikadi Indonesia, Elnusa memegang kendali atas operasi geofisika di Indonesia.
2.Jasa Pengeboran Migas: menyediakan solusi pengeboran dengan manajemen pengeboran, peralatan, pengadaan dan provisi. Tahun 2009, Elnusa melalui Divisi Pengeboran merupakan satu-satunya divisi atau perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan Modular Rig Pertama di Asia Pasifik.
3.Jasa Pengelolaan Lapangan Minyak: mengoperasikan dan memelihara lapangan migas dan sumur, EPC-M, pipa O&M dan fasilitas produksi, penanganan produksi migas dan jasa pendukung pengeboran darat seperti Wireline Logging, Cementing dan Well Testing serta jasa evaluasi produk.
4.Jasa Pendukung: merupakan pelengkap dari jasa migas yang dimiliki Elnusa antara lain data manajemen dan jasa telekomunikasi. Dimana jasa pendukung ini dioperasikan oleh Anak Perusahaan dan Afiliasi Elnusa.