Penduduk asli yang mendiami distrik Elelim yakni suku Yali. Penduduk pada tahun 2010 berjumlah 5.945 jiwa dengan rincian 3.133 laki-laki dan 2.812 perempuan, dan kepadatan penduduknya sebesar 5,41 jiwa/km².[4] Sementara pada tahun 2021, penduduk Elelim berjumlah 15.833 jiwa dengan kepadatan penduduk 52 jiwa/km². Di distrik Elelim terdapat bermacam-macam kantor pemerintahan, dan juga berbagai fasilitas umum lainnnya, seperti kantor Bupati, kantor Kecamatan, Rumah Sakit, Puskesmas, sekolah, kantor kepolisian, bandara dan lainnya. Sementara itu, keberagaman agama dan budaya menjadi bagian dari masyarakat Elelim. Data Kementerian Dalam Negeri mencatat bahwa mayoritas penduduk Elelim menganut agama Kekristenan. Adapun besaran penduduk menurut agama yang dianut yakni Kekristenan sebanyak 95,46%, dimana dominan Protestan sebanyak 91,98% dan selebihnya Katolik sebanyak 3,48%. Kemudian sebagian lagi menganut agama Islam berjumlah 4,53%, dan penganut agama Hindu sebanyak 0,01%.[1]
Distrik Elelim memiliki satu bandar udara, Bandar Udara Elelim (Kode IATA: ELR; Kode ICAO: WAVE). Bandara Elelim merupakan bandara domestik kelas III yang melayani penerbangan dari dan ke Sentani, Wamena, dan Timika.[7]Bupati Yalimo, Lakius Peyon, meresmikan gedung terminal Bandara Elelim pada 15 November 2018 yang memiliki fungsi utama sebagai terminal penumpang.[8][9][10] Disektor kelistrikan, PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat melalui program Papua Terang baru masuk ke Yalimo pada tahun 2018 dengan tahap awal di 5 kampung yang memiliki 866 pelanggan.[11][12][13][14][15]