Eksploitasi perempuan dalam media massa adalah pemanfaatan perempuan dalam publikasi media (seperti televisi, koran cetak, film, media daring dan iklan) untuk meningkatkan perhatian pada media atau produk tersebut namun berdampak merusak dan tidak menghormati hak perempuan yang bersangkutan atau perempuan secara keseluruhan.[1] Media yang dikonsumsi jutaan orang di seluruh dunia dan informasi yang disebarkan menyebabkan distorsipersepsi dalam masyarakat, di mana perempuan direduksi menjadi objek hasrat seksual. Representasi perempuan dalam media sering kali dilebih-lebihkan secara seksual, memperkuat standar kecantikan yang sempit dan membentuk ekspektasi yang tidak realistis. Akibatnya, perempuan menghadapi tekanan untuk menyesuaikan diri dengan idealisasi yang tidak alami ini, sehingga membatasi kebebasan mereka dalam mengekspresikan identitasnya.[2]