Eksinuklease (bahasa Inggris: excision endonuclease atau UV-specific endonuclease) adalah nuklease (enzim) yang memotong fragmen nukleotida selama perbaikan DNA. Eksinuklease memotong fragmen dengan menghidrolisis dua ikatan fosfodiester, satu di setiap sisi lesi pada DNA. Proses ini merupakan bagian dari "perbaikan eksisi nukleotida", sebuah mekanisme yang dapat memperbaiki jenis kerusakan tertentu pada DNA dalam fase G1 dari siklus sel eukariotik. Kerusakan tersebut dapat berupa dimer timin yang disebabkan oleh sinar UV maupun distorsi besar pada DNA yang disebabkan oleh benzopirena teroksidasi dari sumber seperti asap rokok.[1]
Defisiensi eksinuklease terjadi pada penyakit autosom resesif langka yang disebut xeroderma pigmentosum. Penyakit ini dapat menyebabkan kulit terang, bintik-bintik wajah yang ekstrem, dan lesi wajah, serta mencegah perbaikan dimer pirimidin. Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan mengukur kadar enzim dalam sel darah putih pada sampel darah. Gejala pada anak-anak meliputi sensitivitas ekstrem terhadap UV, bintik-bintik berlebihan, berbagai kanker kulit, dan ulserasi kornea. Biasanya, gejala-gejala ini terlihat saat anak terpapar sinar matahari untuk pertama kalinya.[2]
Catatan
↑Berg, J.M.; Tymoczko, J.L.; Gatto, G.J.; Stryer, L. (2015). Biochemistry (Edisi 8th). New York: W.H. Freeman and Company. hlm.849. ISBN978-1-4641-2610-9.
↑"Xeroderma pigmentosum". Genetics Home Reference. U.S. Library of Medicine. Mei 2010. Diakses tanggal 11 Desember 2018.
Artikel bertopik enzim ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.