Ekosistem air tawar adalah ekosistem yang airnya memiliki kadar garam yang rendah (kurang dari 1%)[1] dan pada umumnya berada di daratan[2] serta dapat mengering ketika musim panas, ekosistem ini berfungsi sebagai sumber air untuk keberlangsungan hidup manusia seperti keperluan domestik dan sebagai sumber irigasi untuk pertanian.[3]
Artikel atau bagian ini sedang dipersiapkan dan dikembangkan sehingga mungkin terjadi perubahan besar. Anda dapat membantu dalam penyuntingan halaman ini. Jika artikel atau bagian tidak disunting dalam beberapa hari, silakan hapus templat ini. Jika Anda adalah pengguna yang menambahkan templat ini dan Anda sedang aktif menyunting, pastikan untuk mengganti templat ini dengan {{sedang ditulis}} saat hendak menyunting. Klik pranala untuk parameter templat yang akan digunakan.
Artikel ini terakhir disunting oleh Lembayung Indah(bicara | kontrib) 9 bulan lalu. (Perbaruipewaktu)
Penggolongan
Ekosistem air tawar dapat digolongkan ke dua kategori berdasarkan kondisi airnya dan berdasarkan daerahnya.[2]
Berdasarkan kondisi air
Berdasarkan kondisi airnya, ekosistem air tawar terbagi menjadi perairan yang tenang dan perairan yang mengalir.[2]
Perairan yang tenang
Perairan yang mengalir
Berdasarkan daerah
Berdasarkan daerahnya, ekosistem air tawar terbagi menjadi tiga macam yakni litoral, limnetik, dan profundal.[2]
Litoral
Limnetik
Profundal
Komponen
Ekosistem ini terdiri dari komponen biotik di mana terdapat makhluk hidup di dalamnya serta komponen abiotik yang merupakan lingkungannya. Contoh dari komponen biotik yaitu tumbuhan serta biota yang tumbuh di air serta mikroorganisme pengurai seperti plankton yang hidupnya terbawa oleh arus.[3]
Komponen biotik
Ada dua jenis plankton yaitu plankton hewani (zooplankton) dan plankton nabati (fitoplankton) yang mana fitoplankton berfungsi makanan bagi zooplankton. Terdapatnya fitoplankton dalam jumlah banyak merupakan indikator bahwa kualitas air tawar tesebut cukup baik, dan berlaku juga sebaliknya, jika fitoplankton sedikit maka kualitas ait tawar menjadi jelek.[3]
Makhluk makroinvertebrata juga terdapat di ekosistem air tawar yang berperan untuk menguraikan bahan organik yang ada di perairan air tawar. Namun demikian, ada hal lain juga yang mesti diperhatikan terkait dengan penguraian bahan organik tersebut, bahan organik dalam konsentrasi yang berlebihan di air tawar akan berdampak kepada penurunan kandungan oksigen dalam air.[4]