Eka Julianta Wahjoepramono adalah seorang dokter dan guru besar dengan spesialisasi bidang bedah saraf (neurosurgery). Ia merupakan dokter pertama yang mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia dan namanya juga tercatat sebagai dokter pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil membedah batang otak pasien.[1]
Biografi Awal
Eka lahir pada 27 Juli 1958 dengan nama lahir Tjioe Tjay Kian di Klaten, Jawa Tengah dari keluarga yang tidak terlalu berkecukupan. Hampir seluruh jenjang pendidikannya dibantu oleh Pakde mulai dari SD hingga kuliah kedokterannya.[2]
Prestasi Prof. Eka membedah otak, berawal pada 20 Februari2001, ketika ia berhasil membedah batang otak seorang pasien yang tidak mampu bernama Ardiansyah. Ardiansyah adalah warga Merak, Banten yang berprofesi sebagai buruh nelayan. Ia di diagnosis, terkena tumor kavernoma yang telah pecah di pons atau batang otak. Terdorong oleh belas kasihan, dr. Eka memberanikan diri untuk membedah batang otak tersebut, dengan risiko yang sangat besar, kematian atau lumpuh. Saat itu tidak pernah ada dokter yang berani untuk melakukan pembedahan batang otak. Selain Ardiansyah, ia juga berhasil membedah pasien Jumiati di Rumah Sakit Siloam Hospital, Tangerang, Banten. Prestasinya inilah yang tercatat dalam sejarah dunia, bahwa dr. Eka Julianta Wahjoepramono, merupakan dokter bedah pertama di dunia yang melakukan operasi batang otak.[4]
Selain mendidik dokter muda melalui Fakultas Kedokteran UPH, ia juga melakukan beberapa penelitian. Diantaranya perkembangan penyakit alzheimer, bekerja sama dengan Prof Ralph Nigel Martins, ia berusaha menemukan cara untuk menangani penyakit yang satu ini.[5]
Organisasi
Pendiri World Academy of Neurological Surgeons (2006),
↑Daslani, Pitan (2010). Tinta emas di kanvas dunia: jejak langkah ahli bedah saraf Dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.B.S. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN978-979-709-466-9.