Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya.(November 2025)
Eiko Adnan Kusuma (20 Maret 1923–8 September 2011)[1] adalah seorang kolektor kain dan porselen asal Jepang yang dikenal atas kontribusinya dalam pelestarian wastra Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu kolektor kain tradisional Indonesia dengan koleksi yang mencapai ribuan lembar dan bernilai historis tinggi. Sebagian besar koleksinya kini disimpan di Museum Tekstil Jakarta dan menjadi bagian penting dari dokumentasi tekstil Nusantara.[2]
Kehidupan Awal dan Latar Belakang
Eiko Adnan Kusuma lahir di Jepang pada tahun 1923. Ia menempuh pendidikan di Universitas Kyoto, Jepang, sebelum kemudian menikah dengan seorang pria Indonesia bernama Adnan Kusuma, dan menetap di Indonesia. Setelah tinggal di Indonesia, minatnya terhadap seni dan budaya lokal tumbuh pesat, terutama terhadap kain tradisional dan porselen.[3]
Pada masa awal tinggal di Indonesia, Eiko mengoleksi porselen kuno sebelum kemudian beralih mengumpulkan kain tradisional. Ia diketahui tidak mengenakan kain dari koleksinya dan menyatakan bahwa kain-kain tersebut sebaiknya dikenakan oleh masyarakat Indonesia.[3]
Koleksi dan Kontribusi terhadap Wastra Indonesia
Sejak tahun 1960-an, Eiko mulai secara aktif mengoleksi batik dan tenun ikat dari berbagai daerah di Nusantara. Koleksi tersebut mencapai lebih dari 2.000 lembar kain, termasuk karya-karya langka dari Jawa, Sumatra, dan Nusa Tenggara.[3]
Sebagian koleksi Eiko telah dipamerkan di berbagai museum di Indonesia dan luar negeri, termasuk di Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat. Ia juga berperan dalam penerbitan sejumlah katalog pameran yang kini menjadi rujukan penting dalam studi tekstil Indonesia. Di antara katalog tersebut adalah “Javanese Batik” (1997) yang diterbitkan oleh Otsuka Kogeisha, “The Islands of Cotton: The Eiko Kusumo Collection” (2003, disunting oleh Etsuko Iwanaga), serta “Weaving, Dyeing and Embroidery: Diversity in Sumatran Textiles from the Eiko Kusuma Collection” (1999, disunting oleh Etsuko Tsuzuki).[2]
Koleksi di Museum Tekstil Jakarta
Museum Tekstil di Jakarta.
Setelah meninggal dunia pada tahun 2011 di Jakarta, sebagian besar koleksi Eiko diwariskan kepada keluarganya. Pada tahun 2022, pihak keluarga menghibahkan lebih dari 1.500 lembar kain batik dan tenun ikat kepada Museum Tekstil Jakarta.[3] Pihak museum menerima koleksi tersebut untuk dirawat, disimpan, dan dipamerkan agar dapat diakses oleh publik.[3]
Hingga Desember 2022, tercatat sekitar 800 lembar kain batik koleksi Eiko telah dipindahkan dari kediaman keluarganya di Kebagusan ke Museum Tekstil. Sisanya dijadwalkan untuk dipindahkan pada tahun 2023 setelah tempat penyimpanan yang memenuhi standar konservasi selesai disiapkan.[4]
Pameran dan Kegiatan Museum
Sebagian koleksi batik Eiko Adnan Kusuma telah ditampilkan dalam berbagai pameran, salah satunya Pameran Batik Nitik yang diselenggarakan oleh Museum Tekstil pada Oktober–November 2022 dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional. Pameran tersebut menampilkan 80 kain batik pilihan dari berbagai kolektor ternama, termasuk koleksi milik Eiko.[4]
Sepanjang tahun 2022, Museum Tekstil Jakarta mencatat lebih dari 21.000 pengunjung. Selain pameran batik, museum juga mengadakan kegiatan edukatif seperti lokakarya membatik, ikat celup, dan pewarnaan alami (ecoprint) yang terbuka untuk umum.[4]
Warisan dan Pengaruh
Koleksi yang dikumpulkan oleh Eiko Adnan Kusuma menjadi salah satu sumber dokumentasi tekstil tradisional Indonesia yang digunakan dalam berbagai kegiatan penelitian, pameran, dan pendidikan. Melalui katalog dan arsip pameran yang diterbitkan, koleksi tersebut membantu memperluas informasi tentang sejarah dan teknik pembuatan kain tradisional di Indonesia.[2]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.