Pada bulan Januari 1799, ia terpilih sebagai Fellow of the Royal Society dan pada tahun 1800 dianugerahi Medali Copley atas karyanya mengenai raksa.[3] Ia menemukan Merkuri(II) fulminat, sebuah bahan peledak primer yang kuat. Pada tahun 1813, ia menemukan metode pemurnian gula yang melibatkan perebusan sari tebu bukan dalam ketel terbuka, melainkan dalam wadah tertutup yang dipanaskan oleh uap dan berada di bawah vakum parsial. Pada tekanan yang dikurangi, air mendidih pada suhu yang lebih rendah, sehingga penemuan Howard ini menghemat bahan bakar dan mengurangi jumlah gula yang hilang melalui karamelisasi. Penemuan tersebut, yang dikenal sebagai panci vakum Howard, masih digunakan hingga saat ini.
Howard juga tertarik pada komposisi meteorit, terutama meteorit yang berasal dari "besi alam". Ia menemukan bahwa banyak di antaranya mengandung paduan nikel dan besi yang tidak ditemukan di Bumi, sehingga kemungkinan besar jatuh dari langit.[4] Salah satu jenis meteorit sekarang dikenal sebagai Howardit.
Kehidupan pribadi
Howard menikah dengan Elizabeth Maycock, putri dari William Maycock. Mereka memiliki dua orang putri, Elizabeth (meninggal 1835) dan Julia Barbara (meninggal 1856), serta seorang putra, Edward Gyles Howard (1805–1840). Putra mereka adalah ayah dari Edward Henry, Kardinal Howard (1829–1892).[5] Putri mereka, Julia, menikah dengan Henry Stafford-Jerningham, Baron Stafford ke-9, tetapi tidak memiliki anak.[6]