Édith Giovanna Gassion (19 Desember 1915 – 10 Oktober 1963), dikenal sebagai Édith Piaf (Prancis:[editpjaf]), adalah seorang penyanyi dan penulis lirik asal Prancis. Ia dianggap sebagai penyanyi populer terbesar Prancis dan salah satu penampil paling terkenal di dunia. Dia paling dikenal karena membawakan lagu-lagu dalam genre kabaret dan modern chanson. [1][2]:xi
Setelah memulai kariernya dengan tur bersama ayahnya pada usia empat belas tahun, ia ditemukan pada tahun 1935 di Paris oleh pemilik klub malam Louis Leplée, dan meraih kesuksesan pertamanya di "Theatre de l'ABC" di antaranya "Mon Légionnaire". Pemilik gedung konser ABC, Mitty Goldin, juga menulis lagu untuknya, misalnya "Demain",[3] dan memproduseri beberapa lagunya.[butuh rujukan] Ketenarannya meningkat selama pendudukan Jerman di Prancis, dan tak lama setelah itu (pada tahun 1945) ia menulis lirik untuk lagu andalannya, "La Vie en rose" ('life in pink'). Ia menjadi penghibur paling populer di Prancis pada akhir tahun 1940-an, juga melakukan tur ke Eropa, Amerika Selatan, dan Amerika Serikat, di mana popularitasnya membawanya tampil delapan kali di berbagai acara televisi The Ed Sullivan Show.
Piaf terus tampil, termasuk beberapa rangkaian konser di gedung musik Paris Olympia, hingga beberapa bulan sebelum kematiannya pada tahun 1963 di usia 47 tahun. Lagu terakhirnya, "L'Homme de Berlin", direkam bersama suaminya Théo Sarapo pada bulan April 1963. Sejak kematiannya, beberapa film dokumenter dan film telah diproduksi tentang kehidupan Piaf sebagai tolok ukur budaya Prancis, termasuk film pemenang Academy Award La Vie en Rosecode: fr is deprecated pada tahun 2007.
Akta kelahiran Édith Piaf menunjukkan bahwa ia lahir di Paris pada tanggal 19 Desember 1915, di Hôpital Tenon.[4]
Nama lahirnya adalah Édith Giovanna Gassion.[5] Nama "Édith" terinspirasi oleh seorang perawat Inggris Edith Cavell, yang dieksekusi 2 bulan sebelum kelahiran Édith karena membantu tentara Prancis melarikan diri dari tawanan Jerman selama Perang Dunia I.[6] Dua puluh tahun kemudian, nama panggung Édith "Piaf" diciptakan oleh promotor pertamanya, dari bahasa gaul Prancis yang berarti burung kecil, seringkali dengan konotasi negatif.
Ayah Édith Louis Alphonse Gassion (1881–1944) adalah seorang pemain akrobat jalanan dari Normandia dengan latar belakang teater. Ayah Louis adalah Victor Alphonse Gassion (1850–1928) dan ibunya adalah Léontine Louise Descamps (1860–1937), yang mengelola sebuah rumah bordil di Normandia dan dikenal secara profesional sebagai "Maman Tine". Ibu Édith, Annetta Giovanna Maillard (1895–1945) adalah seorang penyanyi dan pemain sirkus kelahiran Italia yang tampil dengan nama panggungnya "Line Marsa".[7][8][9] Ayah Annetta adalah Auguste Eugène Maillard (1866–1912) keturunan Prancis dan nenek Édith adalah Emma (Aïcha) Saïd Ben Mohammed (1876–1930), seorang akrobat keturunan Kabyle dan Italia.[10][11][12][13] Annetta dan Louis bercerai pada tanggal 4 Juni 1929.[14][15]
Ibu Piaf meninggalkannya saat lahir,[16] dan dia tinggal sebentar bersama nenek dari pihak ibunya, Emma (Aïcha), di Bethandy, Normandia.[17] Ayahnya mendaftar di Angkatan Darat Prancis pada tahun 1916 untuk berperang di Perang Dunia I. Pada akhir perang, dia berada di bawah perawatan ibunya di sebuah rumah bordil di Bernay, Normandia.[2]:7 Di sana, para pelacur membantu merawat Piaf.[1] Rumah bordil itu memiliki dua lantai dan tujuh kamar, dan para pelacurnya tidak banyak – "sekitar sepuluh gadis miskin", seperti yang kemudian dia gambarkan. Faktanya, lima atau enam orang adalah pekerja tetap, sementara selusin lainnya akan bergabung dengan rumah bordil tersebut selama hari pasar dan hari-hari sibuk lainnya. Seorang wanita di rumah bordil yang dikenal sebagai Madame Gaby dekat dengan Piaf dan kemudian menjadi ibu baptis Denise Gassion, saudara tiri Piaf yang lahir pada tahun 1931.[18]
Dari usia tiga hingga tujuh tahun, Piaf diduga buta akibat keratitis.[2]:9 Menurut salah satu penulis biografinya, penglihatannya pulih setelah para pelacur neneknya mengumpulkan uang untuk menemaninya dalam ziarah untuk menghormati Santa Thérèse dari Lisieux.[19] Piaf mengklaim bahwa hal ini menyebabkan mukjizat penyembuhan.[20][2]:10
Karier menyanyi
La P'tite Lili Ketty Albertini bersama, antara lain, Edith Piaf - Théâtre de l'ABC
Pada 1935, Édith ditemukan oleh pemiliki kelab malam Louis Leplée, yang kelabnya sering dikunjungi oleh orang-orang dari kelas atas maupun bawah. Ia membujuknya untuk menyanyi meskipun ia seorang yang sangat gugup. Ditambah lagi dengan tingginya yang hanya 142cm, Leplée terdorogn untuk memberikannya nama julukan yang kemudian melekat dengan dirinya hingga akhir hayatnya dan menjai nama panggungnya: La Môme Piaf (Si Burung Gereja Kecil). Rekamannya yang pertama diterbitkan pada tahun yang sama. Tak lama kemudian, Leplée dibunuh dan Piaf dituduh sebagai salah seorang pelakunya; Piaf kemudian dibebaskan.
Pada 1940, Jean Cocteau menulis drama yang sukses Le Bel Indifférent untuk diperankan Piaf. Ia mulai berkenalan dengan orang-orang terkenal, seperti aktor Maurice Chevalier dan penyair Jacques Borgeat. Piaf menulis kata-kata dari banyak lagunya, dan bekerja sama dengan para komponisnya dalam menyusun iramanya.
Lagunya yang paling terkenal, "La vie en rose" (yang dipilih untuk Grammy Hall of Fame Award pada 1998) dikarang di tengah-tengah pendudukan Jerman di Paris pada Perang Dunia II. Pada masa ini, ia banyak diminta menyanyi dan sangat sukses. Bernyanyi untuk perwira-perwira Jerman yang berpangkat tinggi di One Two Club menyebabkan Piaf mendapatkan hak untuk berfoto dengan tahanan-tahanan perang Prancis, yang jelas dilakukannya sebagai usaha untuk meningkatkan moril mereka. Setelah memiliki foto-foto mereka bersama seorang selebriti, para tahanan itu kemudian dapat menggunting foto-foto mereka sendiri dan menggunakannya dalam dokumen-dokumen palsu sebagai bagian dari rencana-rencana pelarian mereka. Kini keterlibatan Piaf dengan gerakan Perlawanan Prancis diketahui luas, dan banyak orang berutang nyawa kepadanya. Setelah perang, ia mengadakan tur berkeliling Eropa, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan, dan menjadi tokoh yang terkenal did unia internasional. Ia sangat populer di AS sehingga ia muncul delapan kali dalam Ed Sullivan Show dan dua kali di Carnegie Hall (1956 dan 1957). Ia menolong mengembangkan karier Charles Aznavour, membawanya dalam tur bersamanya di Prancis dan Amerika Serikat.
Orang yang dicintai Piaf dalam hidupnya, petinju Marcel Cerdan, meninggal pada 1949. Piaf menikah dua kali. Suaminya yang pertama adalah Jacques Pills, seorang penyanyi; mereka menikah pada 1952 dan bercerai pada 1956. suaminya yang kedua, Théo Sarapo, adalah seorang penata rambut yang kemudian menjadi penyanyi dan aktor, dan berusia 20 tahun lebih muda dari Piaf. Mereka menikah pada 1962.
Pada 1951 Piaf mengalami kecelakaan mobil, dan sejak itu ia mengalami kesulitan untuk meninggalkan kebiasaannya menggunakan morfin.
Gedung konser Paris Olympia yang terkenal adalah tempat di mana Piaf mencapai puncak kemasyhurannya setelah ia memberikan serangkaian resitalnya di sana dari Januari 1955 hingga Oktober 1962. Cuplikan-cuplikan dari lima resital ini (1955, 1956, 1958, 1961, 1962) diterbitkan dalam piringan hitam dan CD dan selalu dicetak ulang. Pada April 1963, Piaf merekam lagunya yang terakhir "L'homme de Berlin".
Kematian dan warisan
Makam Édith Piaf, di Pemakaman Père Lachaise, Paris
Pada usia yang relatif muda, 47 tahun, Piaf meninggal karena kanker di Plascassier, di Riviera Prancis, pada 10 Oktober1963, satu hari sebelum sahabatnya Jean Cocteau. Jenazahnya dibawa kembali ke Paris dan di sana barulah kematiannya diumumkan pada 11 Oktober, tanggal resmi kematiannya. Ia dimakamkan di Pemakaman Père Lachaise, Paris. Meskipun uskup agung Paris melarang pelayanan misa Katolik Roma (karena gaya hidupnya), prosesi pemakamannya diikuti oleh ratusan ribu pelayat yang berkerumun di jalan-jalan di Paris dan upacara di pemakamannya dipadati oleh lebih dari 40.000 orang penggemar. Charles Aznavour mengenang bahwa prosesi pemakaman Piaf adalah satu-satunya kesempatan sejak Perang Dunia II, ketika lalu lintas di Paris sama sekali berhenti.
↑"Édith Giovanna Gassion dite Édith Piaf"[Édith Giovanna Gassion known as Édith Piaf]. Larousse (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 September 2024. Diakses tanggal 1 September 2024.
↑Denise Gassion, Robert Morcet (1988). Edith Piaf Secrète et publique. FeniXX. hlm.18. ISBN2-307-43637-5.
↑Death certificate Year 1890, France, Montluçon (03), 1890, N°501, 2E 191 194
↑Her grandmother, Emma Saïd Ben Mohamed, was born in Mogador, Morocco, in December 1876, " Emma Saïd ben Mohamed, d'origine kabyle et probablement connue au Maroc où renvoie son acte de naissance établi à Mogador, le 10 décembre 1876 ", Pierre Duclos and Georges Martin, Piaf, biographie, Éditions du Seuil, 1993, Paris, p.41 ISBN9782020164535
↑Bret, David (1998). Piaf: A Passionate Life. Robson Books. hlm.2. ISBN9781906217204. Her mother, half-Italian, half-Berber