Meskipun ia dilahirkan di Jakarta, Edi lebih banyak menghabiskan masa kecil hingga SMA di Kabupaten Karawang.
Setelah Pensiun banyak menghabiskan waktu di kota Bogor bersama keluarga.
[1]
Edi Darnadi menikah dengan Annisa Evy Olivia. Mereka aktif dalam kegiatan organisasi dan sosial.[2]
Karier
Edi Darnadi mengawali kariernya dengan menjadi Kasat Sabhara Polres Pekanbaru. Ia pernah menjadi Kapolres Jakarta Utara, Kapolwil Bogor, Kapolwil Bone, Wakapolda Jatim, Kapolda Maluku, Wakil Kepala Bareskrim dan Kapolda Jawa Barat. Namanya sempat disebut-sebut dalam bursa calon Kepala Bareskrim, bersama dengan Irjen. Pol. Susno Duadji.[3]
Pensiun dari kepolisian, Edi menjabat sebagai komisaris independen di PT Summarecon Agung Tbk. Menjelang akhir tahun 2010, Edi memutuskan secara resmi bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN untuk Provinsi Jawa Barat dalam acara Musyawarah Wilayah ke-3 PAN Jawa Barat di Bandung. Ia sempat diusulkan sebagai calon Gubernur Jawa Barat oleh PAN dalam Pilgub 2013.[4]
Edi mengundurkan diri dari jabatan ketua menjelang akhir tahun 2016 dengan alasan kesibukan.[5]
Dalam perannya sebagai Ketua Umum PODSI Jabar, Edi Darnadi telah menunjukkan komitmen kuat dalam membina atlet dayung di Jawa Barat. Di bawah kepemimpinannya, tim dayung Jawa Barat berhasil meraih prestasi gemilang, termasuk meraih 21 medali emas pada PON XXI di Aceh-Sumatera Utara, melampaui target yang ditetapkan. Edi Darnadi juga menjadi salah satu pembina Universitas BUANA PERJUANGAN KARAWANG (UBP).[butuh rujukan][6]
Selain itu Edi Darnadi juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Syiar Bangsa (YSB), sebuah yayasan yang bekerja sama dengan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar dalam mengelola dan mengembangkan jaringan Sekolah Islam Al Azhar di berbagai kawasan Summarecon. Sebagai Ketua Dewan Pembina, Edi Darnadi memiliki peran penting dalam pengawasan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam ini.[7]