Eddy merupakan anak sulung dari sembilan bersaudara, lahir dari ayah asal Blora dan ibu asal Manado. Sejak muda, ia telah merasakan kerasnya kehidupan setelah ayahnya meninggal dunia, peristiwa yang membuatnya harus bekerja ekstra keras demi bertahan hidup.[1] Ketika masih duduk di bangku SMA, ia sudah diminta membantu gurunya mengajar mata pelajaran IPA dan matematika karena saat itu sekolahnya kekurangan guru ekstakta. Setelah lulus SMA, Eddy melanjutkan pendidikan ke Bandung dengan berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di sana, ia bekerja sampingan sebagai guru privat untuk mata pelajaran matematika, kimia, dan fisika.[2] Perlahan namun pasti, jasa les privat yang ditawarkannya semakin diminati. Eddy kemudian membuka sebuah lembaga bimbingan belajar bernama Bimbingan Belajar Science. Lembaga ini berkembang menjadi Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Jerman (LPKIG) pada tahun 1994, kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IGI (STIE IGI) dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika IGI (STMIK IGI) pada tahun 1999. Kedua sekolah tinggi tersebut akhirnya dilebur menjadi satu dengan nama Universitas Komputer Indonesia pada tahun 2001.[3]
Kehidupan pribadi
Eddy merupakan lulusan sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di kampus yang sama untuk meraih gelar magister, sebelum akhirnya menamatkan pendidikan doktornya di bidang Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Eddy menikah dengan Ani Astuti, yang sebelumnya berprofesi sebagai bankir di salah satu bank BUMN sebelum beralih menjadi wirausahawati dengan membuka sebuah butik. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak bernama Roy.[4]