ESSA Industries Indonesia adalah sebuah perusahaan pengolahan minyak dan gas yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini memiliki dan mengoperasikan sebuah kilang gas minyak cair di Kota Palembang yang dapat memproduksi gas minyak cair seberar 174 ton per hari dan 410 barel kondensat per hari. ESSA Industries Indonesia memiliki anak perusahaan yang mengoperasikan sebuah kilang amonia di Kabupaten Banggai yang dapat memproduksi amonia seberat 2.000 ton per hari.[1]
Sejarah
ESSA Industries Indonesia didirikan pada bulan Maret 2006 sebagai sebuah perusahaan perseroan terbatas dengan nama Surya Esa Perkasa. Kegiatan operasional awal dari Surya Esa Perkasa yaitu pembangunan kilang dan instalasi pengolahan gas bumi di Kota Palembang. Pada tahun 2007, perusahaan ini menyepakati perjanjian jual beli gas minyak cair dengan Pertamina dan mulai mengoperasikan kilangnya secara komersial. Sepanjang tahun 2010, Surya Eka Perkasa telah dapat memproduksi gas minyak cair seberat 37.774 metrik ton dan kondensat seberat 149.000 barel. Pada tahun 2011, Surya Eka Perkasa melakukan akuisisi terhadap 60% saham milik perusahaan terbatas bernama Panca Amara Utama dan menggunakan namanya sebagai nama perusahaan induk. Pada bulan Februari 2012, Panca Amara Utama resmi terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.
Pada bulan Juni 2013, Panca Amara Utama memulai proyek ekspansi kilangnya agar dapat memproduksi gas minyak cair dengan target seberat 174 ton per hari. Proyek ekspansi kilang berhasil diselesaikan pada tahun 2014. Panca Amara Utama menyepakati perjanjian pasokan gas sebanyak 55 MMSCFD dengan JOB Pertamina - Medco E&P Tomori Sulawesi pada tahun 2014.[2] Pada tahun 2015, Panca Amara Utama meneken Perjanjian Pembelian Amonia dengan Mitsubishi Corporation asal Jepang. Pada bulan Agustus 2015, Presiden Joko Widodo memancangkan tiang pertama pembangunan pabrik amonia milik Panca Amara Utama di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang akhirnya mulai dioperasikan tiga tahun kemudian.[3]
Pada tahun 2021, Panca Amara Utama meneken nota kesepahaman Produksi Amonia Biru dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation, dan Institut Teknologi Bandung.[1] Perusahaan ini pun menargetkan dapat mulai memproduksi amonia biru pada akhir tahun 2024 dengan investasi antara US$100 juta hingga US$200 juta.[4] Pada tahun 2023, Panca Amara Utama mengubah namanya menjadi ESSA Industries Indonesia.[5]