ESR Group Ltd adalah sebuah perusahaan lahan yasan asal Hong Kong. Perusahaan ini fokus membangun dan mengelola properti logistik, seperti gudang dan pusat distribusi. Perusahaan ini didaftarkan sebagai sebuah badan hukum di Kepulauan Cayman, tetapi berkantor pusat dan melantai di Hong Kong.
Setelah mengakuisisi ARA Asset Management pada tahun 2022, perusahaan ini pun menjadi salah satu perusahaan manajemen investasi lahan yasan terbesar di dunia.[2]
Sejarah
Perusahaan ini dibentuk pada bulan Januari 2016 melalui penggabungan antara e-Shang dan Redwood Group dengan nama e-Shang Redwood atau biasa disingkat menjadi ESR.[3][4] e-Shang dulu adalah sebuah perusahaan lahan yasan logistik asal Shanghai yang didirikan oleh Shen Jinchu dan Sun Dongping bersama Warburg Pincus.[3] Sementara Redwood Group dulu adalah sebuah perusahaan lahan yasan logistik asal Singapura yang didirikan pada tahun 2006 oleh Stuart Gibson dan Charles de Portes yang pernah bekerja di Prologis.[5]
Pada bulan Juni 2019, perusahaan ini mengumumkan niatnya untuk melantai di Hong Kong Stock Exchange, tetapi kemudian ditunda, karena kondisi pasar yang kurang baik.[7] Pada bulan November 2019, perusahaan ini resmi melantai di Hong Kong Stock Exchange.[7]
Pada bulan Agustus 2021, perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi ARA Asset Management asal Singapura dengan harga US$5,2miliar.[8][9] Pada tanggal 20 Januari 2022, perusahaan ini menyelesaikan akuisisi terhadap ARA Asset Management, sehingga perusahaan ini resmi mengelola aset sebesar US$140miliar, dan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan manajemen investasi lahan yasan terbesar ketiga di dunia.[2]
Gambaran umum
Perusahaan ini memiliki tiga lini bisnis utama, yakni:[4][10]
Hingga tahun 2020, sebagian besar perusahaan yang menyewa lahan yasan milik perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce, seperti Amazon, JD.com, Coupang, dan Softbank.[10]