Lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 16 November 1967, Aminudin dikenal luas sebagai pakar bidang pragmatik dan kesantunan berbahasa, serta menjadi tokoh sentral dalam perkembangan linguistik forensik di Indonesia. Aminudin aktif meneliti dan menulis di bidang linguistik terapan serta pendidikan bahasa. Bidang kepakaran utamanya meliputi Linguistik forensik, Pragmatik, Sosiolinguistik, dan Kesantunan berbahasa.[2]
Ia menempuh pendidikan Diploma II, Diploma III, dan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Bandung/Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Setelah itu ia melanjutkan studi pascasarjana di Monash University, Australia, dan meraih gelar Master of Arts (1996) serta Doctor of Philosophy dalam bidang linguistik (2000). Ia juga pernah mengikuti program penelitian pascadoktoral di Shanghai Academy of Social Sciences (SASS), Tiongkok, pada tahun 2005.[3]
Karier
Kariernya dimulai sebagai dosen di UPI. Kemampuan dalam manajemen dan kepemimpinan telah membawa Aminudin ke dalam berbagai jabatan di UPI. Ia kemudian menjabat berbagai posisi struktural. Pada 2004-2005 ia dipercaya sebagai Ketua Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana UPI. Dua tahun berikutnya (2007-2008), ia ditugaskan sebagai Sekretaris Universitas. Kariernya berlanjut pada jabatan Direktur Perencanaan dan Pengembangan UPI (2008–2010), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan UPI (2010–2014), dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengembangan, dan Hubungan Internasional UPI (2014–2015). Saat menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan UPI, dirinya juga dipercaya sebagai Kepala Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional (2010–2011).[4]
Selepas memegang jabatan di UPI, ia didaulat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI London (2016-2020). Kembali ke tanah air, Aminudin dipercaya untuk menakhodai Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2020–2025). Di waktu tersebut tugasnya bertambah, yaitu sebagai Pelaksana Tugas Kepala Perpustakaan Nasional RI (2023–2025). Selanjutnya, pada awal 2025 Aminudin resmi dilantik untuk mengemban amanat sebagai Kepala Perpustakaan Nasional RI (2025–sekarang). Selain itu, dirinya juga terlibat aktif mengayomi perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU. Selama periode 2022-2025, dia ditugaskan sebagai Ketua Dewan Pengawas Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Negeri Tadulako.[5][6][7]
Kontribusi dan Pengakuan
Dalam perannya sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2020-2025), Aminudin menjadi tokoh kunci dalam pengusulan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada tahun 2023. Selanjutnya, kiprahnya dalam upaya pelestarian bahasa daerah di Indonesia dengan dukungan kecerdasan buatan, membawa Aminudin dinobatkan sebagai The 100 Most Influential People in Artificial Intelligence dari majalah TIME edisi September 2024. Untuk prakarsanya itu, ia juga dianugerahi Satyalancana Wirakarya dari Presiden RI tahun 2024. Tidak hanya itu, Majalah Tatler menganugerahinya Tatler Impact Award 2025. Ia menjadi salah satu di antara tokoh-tokoh berpengaruh di Asia dan Indonesia karena kiprahnya dalam pelestarian bahasa daerah.[8]
Minatnya pada dunia pendidikan dan kebudayaan mulai tampak dibuktikannya sejak duduk di bangku sekolah dan kuliah. Ia mulai mengukir prestasi ketika menjadi Siswa Teladan, Tingkat SD (1980) dan SMP (1983) Kabupaten Ciamis dan Mahasiswa Berprestasi Nasional (1990). Sebagai dosen, ia berhasil mengukir prestasi sebagai Dosen Berprestasi Nasional (2005). Dalam kiprahnya sebagai dosen yang aktif meneliti dan menulis, Aminudin menerima Asia Fellows Awards dari Asian Scholarship Foundation, Bangkok untuk riset pascadoktoral di Shanghai Academy of Social Sciences (SASS). Meraih jabatan profesor sebelum usia 40 tahun. Aminudin juga sukses meraih predikat sebagai Education Attaché of the Year 2019 dari Embassy Magazine, London ketika bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI London (2016-2020).
Publikasi
Aminudin mempublikasikan banyak artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional, serta mempresentasikan makalah pada berbagai konferensi akademik. Tulisan-tulisannya meliputi isu-isu pragmatik, kesantunan berbahasa, politik bahasa, linguistik terapan, serta linguistik forensik.[9][10][11][12]
Selain menulis buku ajar dan karya akademik di bidang pendidikan bahasa Inggris dan linguistik, Aminudin juga menulis autobiografi berjudul Visi Anak Pasar: Catatan Kecil Kehidupan E. Aminudin Aziz yang merekam perjalanan hidup dan refleksi kepemimpinannya. Buku tersebut tersedia dalam format digital melalui platform iPusnas.[13][14]
Karier
Direktur, UPT Hub.dan Pendidikan Internasional, UPI, 2001-2004
Ketua, Prodi Linguistik, Sekolah Pascasarjana, UPI, 2004-2005
Asisten Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional UPI, 2005-2007
Ketua, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sekolah Pascasarjana, UPI, 2006-2007
Sekretaris Universitas, UPI, 2007-2008
Direktur, Dit. Perencanaan dan Pengembangan UPI, 2008-2010
Kepala, Pusat Bahasa, Kemdiknas, Jakarta, 2010-2011
Pembantu Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan UPI, 2010-2014
Tim Nasional Perumus Penyiapan PP 7 PTN BH (Statuta), 2012-2013
Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengembangan, dan Hubungan Internasional, UPI, 2014-2015
Atase Pendidikan dan Kebudayaan, KBRI London, 2016-2020
Ketua Dewan Pengawas BLU Universitas Tadulako, Palu, 2022-2025
Ketua Dewan Pengawas BLU Untirta, Serang, 2022-2023
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikbudristek, 2020-2025
Ketua Dewas BLU Univ. Sam Ratulangi Sulut, 2023-2025
Plt. Kepala Perpustakaan Nasional RI, 2023-2025
Kepala Perpustakaan Nasional RI, 2025-sekarang
Penghargaan
Aminudin menerima sejumlah penghargaan tingkat nasional dan internasional, antara lain:
Penerima Tatler Impact Award 2025 dari Majalah Tatler Indonesia[15]
Penerima Satyalancana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia, 2024 [16]
The 100 Most Influential People in Artificial Intelligence Majalah TIME Edisi September 2024[17]
Penerima Satya Lancana Karya Satya 30 Tahun dan 10 Tahun dari Presiden RI, 2022 dan 2007[18]
Education Attaché of the Year 2019, London Embassy Magazine
Finalis Dosen Berprestasi Nasional, 2005
Penerima hibah, ASIA Fellows Awards,Asian Scholarship Foundation (ASF), Bangkok, 2003-2004
Mahasiswa Berprestasi Nasional, 1990
Mahasiswa Pamuncak, Program D2 (1987) dan D-3 (1989), Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Bandung
Siswa Teladan,Tingkat SD (1980) dan SMP (1983) Kabupaten Ciamis
↑Aziz, E. Aminudin. (2003). Usia dan realisasi kesantunan berbahasa: Sebuah studi pragmatik pada para penutur Bahasa Indonesia. PELBBA 16. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya.
↑Aziz, E. Aminudin, et al. (2013–2015). BAP Polisi vs pernyataan tersangka: Analisis realisasi linguistik dalam penyidikan perkar pidana dan implikasinya; Merekonstruksi bahasa hukum; Pengungkapan fakta di pengadilan: analisis linguistik forensik; Menakar kompetensi kognitif dan bahasa para penegak hukum: Analisis wacana forensik.