Menurut para peneliti modern, para pembangun kota Dzibilchaltún mungkin memilih tempat ini karena dekat dengan wilayah penghasil garam di pesisir, dan pada saat yang sama juga berada di tempat dengan lahan yang cukup subur dan dapat dihuni. Sementara itu, wilayah yang terletak di antara Dzibilchaltún dan pesisir utara kurang cocok untuk dihuni.[1]
Struktur yang paling dikenal di tempat ini adalah "Kuil Tujuh Boneka", karena tujuh arca kecil telah ditemukan di tempat tersebut pada tahun 1950-an.[2]