Dwi Ery Santoso
(21 September 1957–25 Mei 2022) adalah salah satu tokoh teater di Jawa Tengah. Ikut membidani berdirinya Teater Puber. Aktif berteater sejak masih di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Tegal. Selain itu dia juga menulis puisi. Karya-karyanya banyak termuat di media massa.[1]
Setelah hengkang dari Teater Puber, ia melanjutkan kiprahmya di Teater Massa Hisbuma dan meraih prestasi sepuluh besar dalam Festival Teater Nasional, memperebutkan Trophy Ibu Tien Suharto di Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta Selatan lewat lakon Surabaya Berguncang, karya Haryo Guritno (1985). Beberapa kali mengikuti Festival Teater Jawa Tengah di PKJT Taman Budaya Surakarta dalam lakon: Pelangi Sajeroning Ati sebagai penulis naskah dan Sutradara, dengan prestasi sebagai Penyaji Terbaik 3 (1997), Apologi Senja Hari sebagai penulis Naskah dan Sutradara, meraih prestasi sebagai Penyaji Harapan (1999), Martoloyo–Martopuro karya Eko Tunas sebagai Sutaradara terbaik 1, Aktor Pembantu Putra terbaik 1, Artistik terbaik 1 dan Penyaji Grup terbaik 2 (2002).
Karya Penyutradaraan
Terjerat Hutang karya Dwi Ery Santoso, 1982)
Umang-umang karya Arifin C Noor
Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang (1985)
Surabaya Berguncang karya YY Haryo Guritno
Patung Kekasih karya Emha Ainun Najib
Brandal Mas Cilik karya Dwi Ery Santoso (1986)
Plerok Plerok Atawa Indekos
Sintren karya Zaenal MZ
Wanita-wanita Parlemen karya Ariestopanus-Riantiarno
Pelangi Sajeroning Ati
Apologi Senja Hari (2007)
Cahaya Cahaya (2005)
Tanda Silang karya Eugine O neil dalam Pesta teater 4 kota
Lelaki Itu Suamiku karya Hartono CH Surya
Pengadilan Sulaeman
Miftahul Jannah
Ujicoba Peti Mati
Kuwalat
Cantik
Meja Makan Terbalik
Lima Hari Lima Malam
Puisi Hati
Dalang dan Wayang
Lumbung Sultan Agung
Efesiensi
Cahaya Dan Kecoa
Antologi Puisi
Bersama
Parade Puisi Tiga Kota: Tegal, Jogya, dan Jakarta Bersama Emha Ainun Najib, Yoyik Lembayung dan Eko Tunas (1985)
Antologi Jentera Terkasa dalam Pasar Puisi 2000 Terbitan DKJT DAN Taman Budaya Surakarta.
Antologi Puisi Juada Pasar bersama 52 penyair Tegal, terbitan Dewan Kesenian Kota Tegal (2002).
Antologi Puisi dalam rangka Khaul 1000 hari wafatnya Piek Ardijanto Soeprijadi (2004).