Pada tahun 1113, Dulce menyerahkan haknya atas Provence, Gévaudan, dan ViscountMillau kepada suaminya. Menurut pendapat yang pernah berlaku, "Penyanyi-penyanyi jalanan Provençal ... memasuki Katalunya pada saat itu" dan bahkan bahasa Katalan diimpor dari Provence.[1]Menurut sejarawan-sejarawan nasionalis hal ini adalah permulaan dari l'engrandiment occitànic (pengembangan Occitan): suatu skema yang hebat untuk mempersatukan berbagai wilayah dari kedua sisi Pirenia.[2]
Sesungguhnya pernikahan itu memberikan Wangsa Barcelona kepentingan luas di dalam Ositania dan memasukkannya ke dalam konflik dengan para comte Toulouse, dengan siapa sebuah partisi Provence ditandatangani pada tahun 1125, tak lama setelah kematian Dulce. Kematiannya menandai periode ketidakstabilan di Provence. Sebuah cabang kadet Wangsa Barcelona didirikan untuk memerintah, tetapi sengketa suksesi mengakibatkan Pertempuran Baussenque (1144–1162), yang diakhiri dengan kemenangan Provençal. Keturunan Dulce dan Ramón Berenguer terus memerintah Provence sampai kematian Beatrice dari Provence pada tahun 1267.
Keturunannya dengan Ramón Berenguer adalah sebagai berikut:
↑Thomas N. Bisson (1984), "The Rise of Catalonia: Identity, Power, and Ideology in a Twelfth-Century Society," Annales: Economies, Sociétés, Civilisations, xxxix, translated in Medieval France and her Pyrenean Neighbours: Studies in Early Institutional History (London: Hambledon, 1989), 179.