Carl Douglas McMillon (lahir 17 Oktober 1966[1]) adalah seorang pengusaha asal Amerika Serikat yang menjabat sebagai presiden sekaligus direktur utama (CEO) dari Walmart sejak tahun 2014.[2] Ia juga menjabat sebagai dewan direksi dari perusahaan tersebut. McMillon memulai perjalanannya di Walmart melalui magang musim panas saat masih bersekolah. Setelah itu, ia menjabat sebagai pemimpin divisi Sam's Club dari tahun 2005 hingga 2009, dan kemudian memimpin Walmart International pada tahun 2009 hingga 2013.
Kehidupan awal
McMillon lahir pada tanggal 17 Oktober, 1966 di Memphis, Tennessee, dan besar di Jonesboro, Arkansas.[1] Ia merupakan anak tertua dari tiga bersaudara dari pasangan Laura dan Morris McMillon, seorang dokter gigi yang bertugas di Vietnam.[1] Pada usia 16 tahun, ia beserta keluarganya pindah ke Bentonville, Arkansas, yang merupakan lokasi dari kantor pusat Walmart.[1]
Karier
McMillon pertama kali bergabung dengan Walmart ketika menjalani magang musim panas saat masih menduduki bangku di sekolah menengah. Selama magang, ia ditugaskan untuk membongkar muatan truk di pusat distribusi.[3] Setelah lulus sekolah pada tahun 1984, McMillon melanjutkan pendidikan di Universitas Arkansas, di mana ia mendapatkan gelar sarjananya pada tahun 1989.[4] Setahun kemudian, ia melanjutkan studinya di Universitas Tulsa dan meraih gelar magister administrasi bisnisnya pada tahun 1991.[1] Lalu McMillon kembali bergabung dengan Walmart, pertama sebagai asisten manajer di Tulsa sebelum memasuki program pelatihan penjaga toko di kantor pusat Bentonville.[1] Berawal dari perlengkapan memancing, ia kemudian mulai merambah ke penggalasan di berbagai macam kategori, lalu ia naik menjadi manajer barang umum di Sam’s Club, dan selanjutnya menduduki jabatan eksekutif di Walmart yang membawahi mainan, elektronik, dan perlengkapan olahraga.[5]
Pada 4 Agustus 2005, McMillon diangkat menjadi presiden dan direktur utama dari Sam’s Club. Dibawah kepemimpinannya, divisi tersebut fokus dalam menarik UMKM[1] serta meluncurkan konsep produk “treasure hunt,” yaitu barang-barang mewah dengan jumlah terbatas seperti perhiasan berlian dan paket wisata anggur eksklusif, yang ditempatkan bersama produk grosir dengan harga murah untuk memperkuat daya saing dengan Costco.[6]
Kemudian pada Februari 2009, Walmart memindahkan McMillon dari Sam’s Club untuk memimpin divisi Walmart International, menggantikan Mike Duke yang dipromosikan menjadi CEO dari Walmart Stores, Inc.[1] Selama menjabat, McMillon menekankan penguatan operasi di pasar di beberapa negara seperti Kanada, Tiongkok, Inggris, dan berbagai negara di kawasan Amerika. Ia juga berupaya memperluas strategi “harga murah setiap hari” milik Walmart ke luar negeri serta mengarahkan pembelian mayoritas saham Massmart Holdings Ltd. di Afrika Selatan senilai 2,4 miliar dolar AS.[1] Selama masa jabatannya, Walmart International tumbuh lebih cepat dibandingkan Walmart US, hingga akhirnya menyumbang 29% dari total pendapatan Walmart.[7] Ekspansi dari divisi ini juga signifikan, sejak McMillon mulai menjabat, dari yang awalnya terdapat sekitar 3.300 gerai di 14 negara seketika langsung bertambah menjadi lebih dari 6.300 gerai di 26 negara pada akhir 2013.[8]
Lalu pada 25 November 2013 Walmart mengumumkan bahwa McMillon akan ditarik menjadi dewan direksinya dan pada 1 Februari 2014 ia menggantikan Mike Duke sebagai CEO kelima perusahaan tersebut.[1] Ia mengambil alih kepemimpinan di tengah melambatnya pertumbuhan perusahaan dan meningkatnya persaingan dari perusahaan rival seperti Costco, Amazon, Kroger, dan Dollar General.[3] Pada masa awal jabatannya, McMillon menaikkan upah per jam di Amerika Serikat, merombak manajemen senior, dan pada Februari 2015 mengalokasikan dana tambahan sekitar 2,7 miliar dolar AS untuk kenaikan gaji, tunjangan, dan pelatihan karyawan.[1] McMillon juga memprioritaskan e-commerce dan investasi digital dengan mengeluarkan 1 miliar dolar AS untuk operasi daring, serta mendorong beberapa inisiatif keberlanjutan termasuk penerapan lampu LED, target energi terbarukan, dan upaya pengurangan limbah.[1][9]
Selama menjabat sebagai CEO, McMillon kerap bersuara soal isu sosial, seperti mendorong gubernur Arkansas memveto RUU pengecualian agama dan menghapus produk bergambar bendera konfederasi setelah penembakan di Charleston.[10] Ia mempersempit penjualan senjata di Walmart untuk kebutuhan berburu dan olahraga, menghentikan penjualan senjata semiotomatis bergaya militer pada Agustus 2015 dan beberapa amunisi pada September 2019.[11] Pada akhrinya McMillon masuk dalam daftar pebisnis berpengaruh menurut Forbes,[12] menjadi salah satu anggota kelompok penasihat presiden, dan pada 2023 menerima kompensasi sekitar 27 juta dolar AS.[1]
Kehidupan pribadi
McMillon tinggal bersama istrinya, Shelley, di Bentonville, Arkansas.[13] Mereka memiliki dua anak laki-laki. Ia juga merupakan seorang Kristen yang telah bertobat.[1]