Doksazosin dipatenkan pada tahun 1977 dan mulai digunakan dalam dunia medis pada tahun 1988.[4] Obat ini tersedia sebagai obat generik.[3]
Sebuah studi tahun 2021 mengaitkan doksazosin dengan perlambatan penuaan biologis pada manusia dan mengonfirmasi peran kausalnya dalam umur panjang pada Caenorhabditis elegans.[5]
Sejarah
Studi Antihypertensive and Lipid Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT) menghentikan bagian uji coba yang meneliti penyekat alfa, karena doksazosin kurang efektif dibandingkan diuretik sederhana, dan karena pasien yang mengonsumsi doksazosin memiliki tingkat penyakit kardiovaskular 25% lebih tinggi dan tingkat gagal jantung kongestif dua kali lipat dibandingkan pasien yang mengonsumsi diuretik.[6]Pfizer, yang mengetahui hasil tersebut sebelum dipublikasikan, meluncurkan kampanye pemasaran pada awal tahun 2000, dan penjualan sebagian besar tidak terpengaruh, meskipun bahayanya disorot oleh penelitian tersebut.[7][8] Keputusan untuk menghentikan uji coba tersebut kontroversial karena tingkat gagal jantung (HF) yang lebih tinggi pada kelompok doksazosin dapat disebabkan oleh kesalahan diagnosis akibat retensi cairan dari obat tersebut, atau karena pasien dengan HF yang ada menghentikan pengobatan diuretik mereka untuk beralih ke doksazosin. Namun, dalam uji coba ASCOT berikutnya, di mana doksazosin digunakan sebagai pengobatan lini ketiga, tidak ada peningkatan risiko HF.[9]
↑Mancia G, Kreutz R, Brunström M, Burnier M, Grassi G, Januszewicz A, Muiesan ML, Tsioufis K, Agabiti-Rosei E, Algharably EA, Azizi M, Benetos A, Borghi C, Hitij JB, Cifkova R, Coca A, Cornelissen V, Cruickshank JK, Cunha PG, Danser AH, Pinho RM, Delles C, Dominiczak AF, Dorobantu M, Doumas M, Fernández-Alfonso MS, Halimi JM, Járai Z, Jelaković B, Jordan J, Kuznetsova T, Laurent S, Lovic D, Lurbe E, Mahfoud F, Manolis A, Miglinas M, Narkiewicz K, Niiranen T, Palatini P, Parati G, Pathak A, Persu A, Polonia J, Redon J, Sarafidis P, Schmieder R, Spronck B, Stabouli S, Stergiou G, Taddei S, Thomopoulos C, Tomaszewski M, Van de Borne P, Wanner C, Weber T, Williams B, Zhang ZY, Kjeldsen SE (December 2023). "2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension The Task Force for the management of arterial hypertension of the European Society of Hypertension: Endorsed by the International Society of Hypertension (ISH) and the European Renal Association (ERA)". Journal of Hypertension (dalam bahasa American English). 41 (12): 1874–2071. doi:10.1097/HJH.0000000000003480. hdl:11379/603005. PMID37345492.
↑Wykretowicz A, Guzik P, Wysocki H (March 2008). "Doxazosin in the current treatment of hypertension". Expert Opinion on Pharmacotherapy. 9 (4): 625–633. doi:10.1517/14656566.9.4.625. PMID18312163. S2CID42056694.
↑Mazza A, Armigliato M, Marzola MC, Schiavon L, Montemurro D, Vescovo G, Zuin M, Chondrogiannis S, Ravenni R, Opocher G, Colletti PM, Rubello D (April 2014). "Anti-hypertensive treatment in pheochromocytoma and paraganglioma: current management and therapeutic features". Endocrine. 45 (3): 469–478. doi:10.1007/s12020-013-0007-y. PMID23817839. S2CID25504151.
↑Yuan J, Liu Y, Yang Z, Qin X, Yang K, Mao C (March 2013). "The efficacy and safety of alpha-1 blockers for benign prostatic hyperplasia: an overview of 15 systematic reviews". Current Medical Research and Opinion. 29 (3): 279–287. doi:10.1185/03007995.2013.766594. PMID23323875. S2CID26341029.