Doko adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Blitar yang terletak di timur. Sebagian besar wilayahnya berada di kawasan lereng pegunungan, dengan wilayah yang memanjang ke utara hingga puncak Gunung Kawi. Doko berbatasan langsung dengan Wlingi yang merupakan pusat ekonomi Blitar timur.[1] Pusat pemerintahan kecamatan ini berada di Desa Doko yang terdapat Pasar Doko. Doko merupakan kecamatan yang subur dan banyak ditanami komoditas seperti kopi, cengkeh, dan tanaman kayu seperti jati dan sengon.[2] Tanaman tersebut dikelola sendiri oleh masyarakat sekitar maupun perusahaan besar seperti Perkebunan Branggah Banaran.[3] Beberapa ikon terkenal di Kecamatan Doko antara lain Candi Plumbangan, Jati Park Pagak, dan Bukit Gumuk Sapu Angin.[4][5]
Geografi
Peta kecamatan di Blitar (Doko terletak di )
Doko adalah kecamatan yang terletak di lereng selatan Gunung Kawi, yaitu gunung yang terletak di perbatasan Blitar, Malang, dan Batu. Berbeda dengan kecamatan lain di Blitar timur, Doko tidak dilintasi jalur-jalur strategis. Wilayah Doko bagian selatan yang berbatasan dengan Kecamatan Wlingi seperti Desa Plumbangan dan Suru berupa dataran rendah yang masih banyak ditemukan areal persawahan. Semakin ke utara menuju Gunung Kawi, geografinya makin menanjak dengan jalan berkelok-kelok dan mulai banyak ditemukan tanaman perkebunan seperti jati, sengon, kopi, dan cengkeh.[2]
Beberapa perkebunan di Doko dikelola oleh perusahaan besar, misalnya Kebun Branggah Banaran yang mengelola lahan cengkeh yang luas dan sudah eksis sejak zaman kolonial.[3] Selain itu, juga ada perkebunan teh milik PT. Sari Bumi Kawi (SBK), dan di tengah perkebunan tersebut terdapat kampung paling utara dari Kecamatan Doko yaitu Tlogo Gentong di Desa Sumberurip. Namun perusahaan itu sekarang tutup dan rencananya akan diganti menjadi area peternakan sapi perahGreenfields, yaitu produsen susu sapi terbesar di Asia Tenggara dari Malang yang sedang membangun pabrik ketiganya.[6][7]
Batas wilayah Kecamatan Doko adalah sebagai berikut:[8]