Pasca perjanjian Klaten pada tahun 1830, semakin memperjelas wilayah kecamatan Imogiri di sekitar area makam raja raja Solo - Jogja merupakan wilayah enclave Imogiri milik Surakarta (Sunan Ground) yang berada di tengah tengah wilayah Yogyakarta.
[Enclave Imogiri Surakarta] meliputi Desa: Imogiri, Karangtalun, Karang tengah, Kebonagung, Girirejo, Mangunan, Muntuk, Temuwuh dan Dlingo
Setelah 16 Januari 1957 enclave ini resmi digabung ke DIY (perpajakan masih ikut kabupaten Klaten hingga 1970), kecamatan Imogiri Surakarta dan Imogiri Yogyakarta digabung dengan tambahan 2 desa dari enclave Kotagede Surakarta yakni: Desa Jatimulyo dan Desa Terong
Pada tahun 1970 kecamatan Dlingo resmi dimekarkan dari Kecamatan Imogiri. Kecamatan Dlingo meliputi Desa: Mangunan, Muntuk, Temuwuh, Dlingo, Jatimulyo dan Terong.
Kalurahan
Kapanewon Dlingo terdiri dari enam kalurahan.[1] Nama keenam kalurahannya yaitu:[2]
Secara geografis, Kapanewon Dlingo terletak di Kabupaten Bantul paling timur dan berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul.[butuh rujukan]Kapanewon Dlingo terletak dataran tinggi hingga ketinggi 320 meter di atas permukaan laut pada wilayahn yang menjadi ibu kota kapanewonnya.[4] Secara umum, wilayah Kapanewon Dlingo berbukit-bukit.[butuh rujukan]
Potensi wilayah
Potensi ekonomi yang ada di Kapanéwon Dlingo adalah pada sektor industri kayu dan anyaman. Kapnewon Dlingo juga memiliki potensi wisata bentang alam berupa pegunungan yang memiliki air terjun, persawahan, hutan pinus, dan kebun buah.[butuh rujukan]