Permintaan Arman (Achmad Albar) akan pistol-pistolan ditolak ayahnya (Rendra Karno), tetapi si ibu (Chitra Dewi) menyetujuinya. Akhirnya dengan pistol mainan itu Arman membentuk pasukan berani mati bersama teman-temannya, Hamdan (Mangopul Panggabean) dan kawan-kawan lainnya. Keamanan di sekitar itu memang sedang terancam oleh aksi Bang Hamid (Menzano), Usaha pencurian Bang Hamid dapat digagalkan oleh Arman dan kawan-kawan. Penduduk bangga mempunyai anak-anak yang berani.