Seperti yang telah ditetapkan oleh hukum, kewajiban Diyanet adalah "menjalankan tugas terkait dengan kepercayaan, ibadah, dan etika Islam, dan mencerahkan masyarakat mengenai agama mereka, dan mengelola tempat-tempat ibadah yang suci”.[3] Diyanet merumuskan khotbah mingguan yang disampaikan di 85.000 masjid di Turki dan 2.000 masjid lain di luar negeri yang beroperasi di bawah pengawasan Diyanet. Diyanet menyediakan pendidikan Al-Quran untuk anak-anak dan melatih serta mempekerjakan imam-imam Turki yang secara teknis dianggap sebagai pegawai negeri.[4] Diyanet telah menuai kritik karena dianggap telah mengabaikan kredo Islam 33–40% penduduk Turki yang tidak beraliran SunniHanafi.[5]
Semenjak tahun 2006, Diyanet "diperkuat" dan pada tahun 2015 anggarannya telah bertambah empat kali lipat,[6][7] dan jumlah pegawainya dilipatgandakan menjadi 150.000 orang.[6] Pada tahun 2012, Diyanet mendirikan stasiun televisi baru[5] yang kini mengudara selama 24 jam.[6] Pendidikan Al-Quran juga diberikan untuk anak-anak sejak dini dan dapat mengeluarkan fatwa apabila diminta.
Menurut beberapa pengamat (David Lepeska, Svante Cornell), semenjak Partai Keadilan dan Pembangunan mulai berkuasa pada tahun 2002, misi Diyanet telah berubah 180 derajat. Sebelumnya, Diyanet merupakan alat negara untuk mengawasi institusi-institusi agama dan memastikan agar agama tidak merusak identitas sekulerRepublik Turki, tetapi kini Diyanet telah menjadi institusi yang mempromosikan Islam SunniHanafi di dalam dan luar negeri.[6]
↑"2006 Mali Yilin Bütçesi" (dalam bahasa Turkish). Alo Maliye. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-04. Diakses tanggal 2008-08-22.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)