Dittografi (bahasa Inggris:Dittographycode: en is deprecated ) adalah istilah untuk suatu tindakan kesalahan, umumnya tidak disengaja, dalam mengulangi suatu huruf, kata, frasa atau kombinasi huruf, oleh seorang jurutulis atau penyalin pada saat menulis ulang suatu teks.[1]
Contoh
Pada sejumlah naskah kuno yang disalin dengan ditulis tangan, ditemui beberapa kesalahan semacam ini, misalnya:
98 pada bagian Wahyu 1:13 tertulis περιεζωσμμενον yang seharusnya περιεζωσμενον (yang benar adalah dengan satu μ saja).
Juga dalam Codex Vaticanus pada bagian Kisah Para Rasul, yang termasuk kumpulan kitab Perjanjian Baru di Alkitab, ayat 19:34, frasa "Besarlah Artemis dewi orang Efesus" dituliskan dua kali padahal hanya muncul sekali pada naskah-naskah yang lain.[2]