Pada filosofi, diri adalah hubungan antara keberadaan sebuah individu, pengetahuannya, dan nilai-nilainya. Diri menghubungkan pengalaman kehidupan luar dan dalam seseorang.[1][2] Diri adalah seorang individual dari sudut pandang dirinya sendiri.
↑Pfeifer, J. H., Lieberman, M. D., & Dapretto, M. (2007). "I know you are but what am I?!": Neural bases of self and social knowledge retrieval in children and adults. Journal of Cognitive Neuroscience, 19(8), 1323-1337.
↑Modinos G, Renken R, Ormel J, Aleman A. Self-reflection and the psychosis-prone brain: an fMRI study. Neuropsychology [serial online]. May 2011;25(3):295-305. Available from: MEDLINE with Full Text, Ipswich, MA. Accessed November 7, 2011.
Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.