Dinasti Abbadiyah adalah sebuah dinasti yang didirikan di Sevilla hanya selama abad ke-11 Masehi menggantikan Kekhalifahan Kordoba. Pendirinya bernama Abbad bin al-Mu'tadid. Dinasti Abbadiyah hanya memiliki 3 raja sebelum mengalami keruntuhan pada akhir abad ke-11 Masehi. Wilayah kekuasaannya dikuasai oleh Dinasti Murabithun.
Pemrakarsa pendirian
Dinasti Abbadiyah diprakarsai pendiriannya oleh Abbad bin al-Mu'tadid. Ia merupakan orang Arab yang menjabat sebagai kadi di Sevilla pada masa akhir kekacauan dan keruntuhan Kekhalifahan Kordoba. Pada tahun 1023, Abbad bin al-Mu'tadid menyatakan bahwa Sevilla memisahkan diri dari Kekhalifahan Kordoba dan mendirikan kekuasaan yang merdeka di Sevilla yaitu Dinasti Abbadiyah.[1]
Penguasa
Kekuasaan Dinasti Abbadiyah hanya berlangsung pada abad ke-11 M.[1] Dinasti Abbadiyah hanya memiliki 3 penguasa sejak pendiriannya pada tahun 414 H atau 1023 M hingga keruntuhannya pada tahun 483 H atau 1091 M. Penguasa pertama sekaligus pendiri dari Dinasti Abbadiyah ialah Muhammad bin Abbad (414 H–434 H atau 1023–1042 M) yang digelari Muhammad I. Kemudian penguasa kedua ialah Abbad al-Mu'tadid (434 H–462 H atau 1042–1069 M). Sedangkan penguasa terakhir ialah Al-Mu'tamid bin Abbad (462 H–483 H atau 1069–1091 M) yang digelari Muhammad II.[2]
Perluasan wilayah dan keruntuhan
Pada masa pemerintahan Al-Mu'tamid bin Abbad (1069–1091 M), wilayah kekuasaan Dinasti Abbadiyah diperluas hingga mencakup sebagian besar sisi selatan dari sungai Guadiana di Semenanjung Iberia. Namun karena upaya perluasan wilayah kekuasaan, Toledo berhasil dikuasai oleh Alfonso VI dari Leon pada tahun 1085. Al-Mu'tamid bin Abbad kemudian meminta bantuan dari Dinasti Murabithun. Alfonso VI dari Leon berhasil dikalahkan tetapi kekuasaan Dinasti Abbadiyah berakhir dengan pengasingan oleh penguasa Dinasti Murabithun pada tahun 1091 M.[3]