DigitalOcean Holdings, Inc. adalah perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat yang bergerak sebagai penyedia layanan cloud. Perusahaan ini berkantor pusat di Broomfield, Colorado, AS, dan memiliki 15 pusat data yang tersebar secara global.[1] DigitalOcean menyediakan platform infrastruktur cloud sebagai layanan (Infrastructure-as-a-Service/IaaS) yang ditujukan bagi pengembang, startup, dan usaha kecil-menengah (UKM).[2][3]
Selain itu, DigitalOcean juga menyelenggarakan Hacktoberfest, sebuah perayaan perangkat lunak sumber terbuka yang berlangsung selama satu bulan pada bulan Oktober. Setiap tahun, acara ini bekerja sama dengan berbagai perusahaan perangkat lunak, termasuk GitHub, Twilio, Dev.to, Intel, Appwrite, dan Deep Source.
Sejarah
Pada tahun 2003, saudara Ben dan Moisey Uretsky, pendiri ServerStack (bisnis hosting terkelola),[4] berkeinginan menciptakan produk baru yang menggabungkan layanan web hosting dan server virtual dengan target pengembang perangkat lunak wirausaha.[4][5]
Pada 2012, Uretsky bertemu dengan co-founder Mitch Wainer setelah Wainer merespons iklan lowongan kerja di Craigslist.[6] Produk beta perusahaan diluncurkan pada Januari 2012.[7] Pada pertengahan 2012, tim pendiri terdiri dari Ben Uretsky, Moisey Uretsky, Mitch Wainer, Jeff Carr, dan Alec Hartman. DigitalOcean menerima tawaran untuk mengikuti program akselerator startup TechStars 2012 di Boulder, Colorado, sehingga para pendiri pindah ke Boulder untuk mengembangkan produk mereka.[8] Pada akhir program akselerator pada Agustus 2012, perusahaan telah memiliki 400 pelanggan dan meluncurkan sekitar 10.000 instance server cloud. Pada 16 Januari 2018, DigitalOcean memperkenalkan rencana baru untuk droplet (mesin virtual), dan pada Mei 2018, perusahaan mengumumkan peluncuran layanan kontainer berbasis Kubernetes.[9]
Pertumbuhan
Pada 15 Januari 2013, DigitalOcean menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan cloud pertama yang menawarkan mesin virtual berbasis SSD.[10] Setelah ulasan dari TechCrunch, yang disindikasi oleh Hacker News, DigitalOcean mengalami peningkatan jumlah pelanggan secara signifikan.[9]
Pada Desember 2013, DigitalOcean membuka pusat data pertamanya di Eropa, yang berlokasi di Amsterdam. Pada 2014, perusahaan melanjutkan ekspansinya dengan membuka pusat data baru di Singapura dan London. Pada 2015, DigitalOcean memperluas jangkauannya lebih jauh dengan membuka pusat data di Toronto, Kanada, dan Frankfurt, Jerman. Pada 2016, ekspansi berlanjut hingga ke Bangalore, India.[11]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.