Astono dikenal sebagai penjual wanita. Pekerjaan ini dilakukan bersama istrinya. Kali ini yang menjadi korban adalah dua gadis kakak beradik, Elvina dan Elvira. Elvina selain dijual kepada lelaki berduit, juga sempat dihamili. Sedangkan Elvira dapat meloloskan diri, dengan meninggalkan korban seorang pria yang dia tusuk hingga tewas. Sesudah itu ia mencari kakaknya dibantu seorang wartawan yang kemudian mencintainnya, Yunan. Dari majalah Yunan, Astono dapat menemukan kembali Elvira bahkan dengan licik Astono berhasil mengawini Elvira. Dari hasil pelacakannya sebagai wartawan, Yunan mengetahui bahwa pembunuh lelaki itu adalah Elvira. Demi cinta Yunan tetap akan membebaskan Elvira dari tangan Astono. Namun, malang, Elvira harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena Astono juga tewas ditusuknya. Sebelum diadili, Elvira meminta kepada Yunan agar sudi menulis artikel dengan judul "Kami Kaum Lemah, janganlah melimpahkan derita dan penghinaan kepada kami.[1]
Referensi
↑JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 269