Plot
Cerita bermula dengan memperkenalkan Karan Khanna (Abhishek Bachchan), seorang kapten muda yatim piatu di Angkatan Bersenjata Rajputana. Karena tumbuh tanpa keluarga, Karan sangat mendambakan kehangatan cinta sejati. Ia jatuh cinta pada seorang model cantik bernama Nisha (Sonali Bendre) yang merupakan sahabat lamanya. Karan berencana untuk melamar dan menikahinya pada masa cuti berikutnya. Ia pun memulai perjalanannya menuju tempat Nisha dengan hati yang berbunga-bunga, berharap bisa membangun keluarga yang selama ini tidak pernah ia miliki.
Dalam perjalanannya, takdir membawa Karan bertemu dengan seorang gadis cantik yang sedang dalam keadaan panik dan ketakutan bernama Sahiba Grewal (Aishwarya Rai). Pertemuan mereka diawali dengan sebuah insiden di mana Karan harus menyelamatkan Sahiba dari kejaran sekelompok preman berniat jahat di stasiun kereta.
Sahiba yang masih syok akhirnya menceritakan alasan mengapa ia dikejar-kejar. Saat kuliah di kota, ia secara tidak sengaja menjadi saksi mata sebuah pembunuhan brutal. Para pembunuh tersebut menyadari keberadaannya dan terus memburunya untuk menghilangkan jejak. Karan menyarankan Sahiba untuk melapor ke polisi, namun Sahiba tidak memiliki niat karena ia tidak ingin menambah masalah yang dirasanya sudah begitu banyak. Akhirnya, mereka pun berpisah di terminal bus untuk menuju ke tujuan masing-masing.
Di perjalanan, ban bus Karan bocor, membuat perjalanannya tertunda. Karan akhirnya berkeliling di sekitar air terjun untuk menghabiskan waktu. Tanpa disangka, ia melihat seorang gadis di tepi air terjun, yang ternyata adalah Sahiba. Bukannya pulang, Sahiba rupanya berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun ke air terjun karena merasa putus asa, namun Karan berhasil menyelamatkannya.
Karan sempat marah besar kepada Sahiba, namun karena tak tega dengan gadis malang itu, Karan akhirnya memendam amarahnya. Setelah keadaan sedikit tenang, Sahiba perlahan-lahan mulai membuka diri dengan bercerita tentang "masalah" yang menghantui dirinya.
Ternyata, ancaman pembunuhan bukan satu-satunya masalah Sahiba. Ia berasal dari keluarga Rajput tradisional di Palanpur. Ayahnya, Yogvendra "Yogi" Grewal (Amrish Puri), adalah seorang patriark dan industrialis yang sangat keras, galak, dan menjunjung tinggi kehormatan keluarga. Yogi ingin menjodohkan Sahiba yang baru saja lulus SMA dengan putra dari sahabat lamanya, Rai Bahadur Singhal (Dalip Tahil).
Sahiba yang berjiwa modern tidak ingin dinikahkan secara paksa dengan pria yang tidak ia kenal. Awalnya, Sahiba membujuk keluarganya agar ia diizinkan untuk pergi ke kota untuk kuliah di sana. Melalui keputusan Nenek, meski ayah Sahiba dengan keras kepala tetap ingin putrinya menikah, akhirnya Sahiba diizinkan untuk pergi kuliah ke kota.
Lama-kelamaan, anggota keluarganya yang lain melalui telepon terus-menerus membujuk Sahiba untuk menerima perjodohan itu. Dalam kepanikan dan rasa frustrasi untuk menghindari perjodohan tersebut, Sahiba berbohong kepada keluarganya dengan mengatakan bahwa ia telah menikah diam-diam di kota. Niat asli Sahiba sebenarnya hanya ingin membual karena merasa kesal dengan bibinya, Sweety Grewal (Himani Shivpuri), yang begitu cerewet dalam sambungan telepon. Namun, Bibi Sweety menganggap itu adalah kenyataan, dan tanpa Sahiba sangka, tindakannya itu menyebarkan berita bohong ini ke seluruh anggota keluarga.
Kini, ia sangat ketakutan untuk pulang ke rumah karena ia tidak memiliki "suami" untuk ditunjukkan kepada ayahnya yang pasti akan sangat marah. Mendengar kisah pilu tersebut, Karan menawarkan bantuan. Ia setuju untuk mengawal Sahiba pulang ke Palanpur, melindunginya, dan berjanji akan membantu menjelaskan kebenaran (bahwa Sahiba berbohong karena tertekan) kepada ayahnya.
Setibanya di rumah keluarga Grewal, rencana awal mereka berantakan total. Sebelum Karan dan Sahiba sempat menjelaskan apa pun, keluarga besar Sahiba—mulai dari neneknya Biji (Sushma Seth), pamannya yang ceria Ronak (Anupam Kher), hingga bibinya Simran (Tanvi Azmi)—langsung menyambut Karan dengan penuh suka cita. Mereka berasumsi bahwa Karan adalah suami yang dinikahi Sahiba secara diam-diam.
Setiap kali Karan atau Sahiba mencoba mengungkap kebenaran, selalu saja ada interupsi atau momen kekeluargaan yang membuat mereka ragu. Yogi Grewal, ayah Sahiba, merasa sangat marah dan bersikap dingin pada Karan karena merasa tradisi keluarganya telah diinjak-injak. Namun, anggota keluarga lainnya menyayangi Karan dengan sepenuh hati.
Dalam sandiwara ini, benih cinta Sahiba kepada Karan mulai tumbuh. Pada suatu malam yang tenang, Karan akhirnya berpamitan dengan Sahiba untuk pergi melanjutkan perjalanannya. Sahiba merasa sangat berterima kasih, namun karena perasaannya, di dalam hati ia merasa sangat kehilangan. Karan akhirnya berusaha memberitahukan kebenaran dan berpamitan kepada ayah Sahiba, yang justru memicu perdebatan karena ayah Sahiba tidak mengerti sandiwara yang sedang dilakukan Karan dan Sahiba.
Di momen itu, anggota keluarga lain yang mendengar kebisingan menjadi ricuh.
Nenek Sahiba (Biji) yang sangat menyayangi Sahiba dan "suaminya" itu, memohon-mohon agar Karan tidak pergi, membuat Biji terkena serangan jantung dan jatuh sakit. Suasana menjadi tegang. Dokter menyatakan bahwa Biji tidak boleh menerima kejutan atau berita buruk apa pun karena serangan jantung bisa merenggut nyawanya. Yogi Grewal, masih dengan gengsi dan amarahnya, meminta kepada Karan dan melarang keras Karan pergi, setidaknya sampai Biji sembuh total demi menyelamatkan nyawa sang ibu. Karena rasa kemanusiaan dan tidak tega melihat kondisi Biji, Karan terpaksa meneruskan sandiwara ini terlalu jauh dan menunda rencananya untuk menemui Nisha.
Bagi Karan yang yatim piatu, kehangatan, tawa, dan kasih sayang yang diberikan oleh keluarga Grewal adalah sesuatu yang tidak pernah ia rasakan seumur hidupnya. Ia mulai terbuai oleh suasana keluarga tersebut, dan juga semakin dekat dengan putra-putra kecil keluarga Grewal. Di saat yang sama, Sahiba secara perlahan namun pasti mulai jatuh cinta sungguhan pada kebaikan hati dan ketulusan Karan.
Di industri keluarga Grewal, Paman Ronak yang ternyata tidak memiliki anak berniat untuk menghadiahkan saham kepada Sahiba, yang sangat ia sayangi seperti putrinya sendiri. Situasi menjadi semakin rumit ketika Bibi Sweety salah mengartikan gejala sakit Sahiba dan menyebarkan rumor bahwa Sahiba sedang hamil. Berita "kehamilan" ini mengubah segalanya.
Yogi Grewal yang tadinya keras kepala dan membenci Karan, tiba-tiba melunak dan sangat bahagia karena akan mendapatkan cucu. Ia akhirnya menerima Karan sepenuhnya sebagai menantu. Sahiba memohon kepada Karan agar tidak meninggalkannya, karena Sahiba mengakui bahwa ia sangat mencintai Karan. Jika Karan meninggalkannya, kebebasan Sahiba akan kembali terenggut dan ia akan dijodohkan dengan pria yang tidak ia kenal itu.
Namun, Karan merasa terjebak. Ia sadar kebohongan ini tidak bisa dipertahankan, dan di sisi lain, ia masih merasa terikat dengan rencananya untuk menikahi Nisha. Dihantui rasa bersalah karena membohongi keluarga yang begitu baik padanya, tanpa membalas pengakuan cinta Sahiba yang tak terduga, Karan akhirnya memutuskan untuk pergi secara diam-diam di tengah malam.
Kepergian Karan membuat rumah keluarga Grewal gempar. Yogi Grewal sangat murka karena merasa menantunya tidak bertanggung jawab. Di tengah situasi yang kacau, Sahiba yang hancur hatinya akhirnya membongkar semua kebohongan tersebut. Ia mengaku bahwa Karan bukanlah suaminya, ia tidak hamil, dan mereka tidak pernah menikah. Kebenaran ini membuat Yogi sangat marah dan merasa dipermalukan. Paman Ronak yang menyayangi dan mengerti tekanan batin yang dialami Sahiba memihak kepada Sahiba dan memberinya dukungan.
Sementara itu, Karan akhirnya tiba di tempat Nisha. Namun, sebuah kenyataan pahit menunggunya: Nisha ternyata sudah menikah dengan pria lain. Nisha menjelaskan bahwa ia tidak pernah memiliki perasaan lebih terhadap Karan dan selama ini hanya menganggapnya sebagai sahabat baik. Sebagai sahabat yang baik, Nisha memberi nasihat berharga kepada Karan: jika mencintai seseorang, tunjukkanlah.
Syok dan patah hati, Karan akhirnya menyadari satu hal penting; selama menghabiskan waktu di Palanpur, ia sebenarnya telah jatuh cinta pada Sahiba. Ia sadar bahwa cintanya pada Nisha hanyalah ilusi masa lalu, dan cinta sejatinya yang sesungguhnya adalah Sahiba. Fokusnya yang terlalu buta pada Nisha membuatnya mengabaikan perasaannya sendiri terhadap Sahiba. Menyadari kesalahannya, Karan segera bergegas kembali ke rumah keluarga Grewal untuk meminta maaf dan menyatakan cintanya.
Sayangnya, ketika Karan kembali, situasi sudah berubah drastis. Yogi Grewal yang masih marah dan ingin memulihkan kehormatan keluarganya, dengan tergesa-gesa memutuskan untuk segera menikahkan Sahiba dengan Vicky (Inder Sudan), putra dari temannya, Rai Bahadur Singhal. Sahiba yang patah hati tidak punya pilihan selain menuruti kemauan ayahnya. Kedatangan Karan ditolak mentah-mentah oleh seluruh anggota keluarga yang sudah sakit hati dan merasa terkhianati.
Namun, kejutan besar terjadi pada saat acara pertunangan. Saat Sahiba bertatap muka dengan Vicky, ia sangat syok karena mengenali wajah pria itu. Vicky adalah pelaku pembunuhan brutal yang ia saksikan dahulu di kota. Sahiba berusaha mati-matian meyakinkan ayahnya bahwa pria yang akan dinikahinya adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Sayangnya, Yogi yang dibutakan oleh gengsi dan pertemanan menganggap Sahiba hanya mengarang cerita (lagi) demi membatalkan pernikahan tersebut.
Singhal, yang selama ini hendak menjodohkan putranya dengan putri industrialis Yogvendra Grewal, sebenarnya hanya ingin merebut industri tersebut melalui Sahiba. Namun, setelah mengetahui bahwa Sahiba adalah saksi dari kasus pembunuhan yang dilakukan putranya, Singhal merencanakan sesuatu agar Sahiba tetap tutup mulut sekaligus menjaga kepercayaan keluarga Grewal.
Di saat hari pernikahan sudah hampir tiba, Paman Ronak membawa Sahiba pergi ke kuil, yang ternyata untuk mempertemukan Karan dengan Sahiba. Paman Ronak memihak dan sangat percaya dengan kesaksian Sahiba serta ketulusan cinta Karan. Paman Ronak telah menceritakan semuanya kepada Karan, dan meminta Karan untuk membawa Sahiba pergi kawin lari. Namun, Karan yang berprinsip menolak; ia tidak ingin merusak hubungan dengan keluarga Grewal karena perkara ini, dan memutuskan untuk membongkar kejahatan Vicky secara jantan.
Karan tiba di kediaman Vicky untuk menghadapinya karena mengetahui bahwa nyawa wanita yang dicintainya dalam bahaya. Ia berhadapan dengan Vicky dan anak buahnya dalam sebuah pertarungan. Karena kalah jumlah, Karan sempat dibuat tak berdaya. Namun, dalam pertarungan itu, Yogi yang datang untuk mengantar hantaran pernikahan akhirnya melihat segala kebusukan Singhal dan Vicky.
Melihat kebenaran itu dengan mata kepalanya sendiri, Yogi Grewal menyadari bahwa ia hampir saja menyerahkan nyawa putrinya kepada seorang pembunuh. Singhal dan Vicky yang menyadari bahwa seluruh rencananya telah gagal dan kebusukannya terbongkar, kini menjebak Karan dan Yogi, lalu menyekap keduanya di sebuah gudang industri milik keluarga Grewal. Untuk memastikan pernikahan Vicky dan Sahiba berjalan tanpa hambatan (dan melenyapkan saksi), Singhal membakar gudang tersebut beserta isinya.
Di sisi lain, ritual pernikahan sudah siap, kembang api sudah terdengar di udara. Namun karena keputusasaan dan tekanan dari anggota keluarga, Sahiba tidak mau seluruh hidupnya habis untuk hidup bersama seorang pembunuh. Ia diam-diam meminum racun, berharap dirinya akan segera tiada.
Di dalam gudang, Karan menunjukkan kualitasnya sebagai kapten militer. Dalam kobaran api, ia berjuang mati-matian dan berhasil menyelamatkan Yogi dari kematian. Keduanya berhasil meloloskan diri, dan Yogi menyaksikan secara langsung gudang industrinya dilahap kobaran api. Namun ia tersadar, bahwa kehidupan putrinya tak bisa ditukar dengan harta apa pun. Mereka langsung bergegas menuju tempat pernikahan untuk menggagalkan acara itu.
Untungnya, mereka berdua datang di waktu yang sangat tepat. Di hadapan semua tamu undangan, Karan membongkar kedok Vicky sebagai seorang pembunuh. Pertarungan sengit tak terhindarkan antara Karan, Yogi, dan anggota keluarga lain melawan Vicky dan anak buah Singhal. Pada akhirnya, kebenaran menang; pihak Singhal babak belur dan Vicky ditembak oleh Yogi.
Namun, Sahiba yang lemah karena racun di tubuhnya merasakan kesedihan; baginya ini adalah kesempatan terakhir dalam hidupnya untuk bisa bersama Karan. Ia memeluk Karan sebelum akhirnya tumbang. Karan dan anggota keluarga lainnya yang melihat tanda-tanda tidak normal dari Sahiba langsung panik dan membawanya ke rumah sakit.
Di rumah sakit, seluruh keluarga, terlebih Yogi, merasa sangat menyesal. Mereka memandang Sahiba yang tak sadarkan diri dan tak berdaya di ranjang rumah sakit. Karan yang tak mau kehilangan cinta sejatinya duduk mendampingi Sahiba. Ia kini akhirnya mengakui cintanya dan membalas cinta Sahiba secara langsung. Dalam kesedihan Karan, syukurlah Sahiba siuman dan memanggil nama Karan.
Seluruh keluarga merasa begitu tersentuh dan lega melihat pemandangan ini. Yogi akhirnya menyadari betapa tulusnya Karan yang selalu datang menyelamatkan Sahiba. Kemarahan Yogi sepenuhnya sirna. Ia menyadari betapa tulus dan besarnya cinta Karan kepada putrinya.
Beberapa bulan berlalu, dan film ditutup dengan akhir yang bahagia (happy ending), di mana Sahiba dan Karan sudah menikah sebagai suami istri sungguhan. Sahiba yang sedang hamil besar hendak pergi ke rumah sakit untuk melahirkan, ditemani oleh seluruh keluarganya yang bahagia.