Detasemen Zeni Penjinak Bahan Peledak /Sura Dharma Santika Pusat Zeni TNI Angkatan Darat disingkat Denzijihandak/SDSPusziad Adalah detasemen berdiri sendiri yang divalidasi dari tingkat Kompi pada 14 Agustus 2024 terbentuk dengan dilatarbelakangi pertimbangan bahwa Satuan ZeniTNI-AD memiliki fungsi Destruksi dan Rintangan Ranjau di mana dalam Penjinakan Bahan Peledak memerlukan satuan khusus yang berkompeten dan handal. Detasemen Zeni Jihandak berada dibawah kendali Pusat Zeni Angkatan Darat dan bermarkas di Jl. Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Sejarah
Pada awal mulanya, satuan ini masih berbentuk kompi yang terdiri dari 2 peleton zeni yang didirikan pada tanggal 22 April1986. Terbentuknya satuan ini dilatarbelakangi pertimbangan bahwa Satuan ZeniTNI AD memiliki fungsi Destruksi dan Rintangan Ranjau di mana dalam Penjinakan Bahan Peledak aplikasinya adalah berbanding terbalik dengan kedua fungsi tersebut maka Fungsi Jihandak menjadi Fungsi Zeni TNI AD. Personel satuan baru ini pada awalnya direkrut dari beberapa satuan diantaranya Ditziad, Yonzikon 11, Yonzikon 13 dan Yonzikon 14 Menzikon, yang dipimpin oleh Kapten Czi Puguh Santoso sebagai Komandan Kompi Pertama. Dengan asumsi yang didasarkan pada Fungsi Destruksi Dan Rintangan Ranjau maka Penjinakan Bahan Peledak / EOD (Explosive Ordnance Disposal) digolongkan dalam dua kategori penanganan yaitu:
Penanganan Ancaman yang menggunakan bahan peledak rakitan Improvise Explosive Device (IED)
Penanganan bahan peledak yang menggunakan bahan peledak standard serta sistem penyala standard atau pabrikan (UXO / Unexploded Ordnance) yang mana kegiatan itu kita kenal dengan Bomb Disposal (BD).[1]
Tiga Peleton Jihandak, di mana masing peleton tersusun atas 3 tim. Satu tim terdiri tujuh anggota yang dilengkapi dengan satu unit mobil penjinak peledak dan alat perlengkapan khusus EOD lainnya;
Satu Peleton Khusus Pemeliharaan.
Secara umum tugas pokok dari satuan ini adalah untuk mengamankan Kodal, instansi, satuan, sarana dan prasarana TNI maupun non-TNI (atas dasar perintah) dari ancaman dan aksi teror bom dan bahan peledak lainnya.
Pada tanggal 14 Agustus 2024 di , Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat Mayjen TNI Budi Hariswanto, S.Sos. meresmikan Detasemen Zeni Penjinak Bahan Peledak yang statusnya ditingkatkan yang awalnya berbentuk kompi menjadi detasemen. Komandan pertamanya adalah Kapten Czi Yusup Yudistira, S.S.T.Han., S.T., M.M. lulusan Akmil 2011.
Makna Lambang Satuan
SEGI LIMA. Melambangkan setiap kegiatan didasari oleh Sumpah Prajurit yang berisi 5 pasal, dengan latar berwarna kuning yang menggambarkan keperwiraan didalam melaksanakan tugas.
TUJUH HELAI BULU. Pada kedua sayap Garuda membentang menggambarkan Sapta Marga yang selalu melekat pada Satuan Denzijihandak dengan sayap membentang menggambarkan Denzijihandak siap melaksanakan tugas pengamanan diseluruh Nusantara.
BOM BERWARNA HITAM. Melambangkan bahwa tugas pokok Denzijihandak adalah melaksanakan pengamanan Bahan Peledak/Bom.
HALILINTAR BERWARNA MERAH. Melambangkan bahwa dalam kegiatan Denzijihandak selalu berhadapan dengan bahaya, sehingga dibutuhkan keseriusan dan kehati-hatian.
Sura "Orang dengan kebijaksanaan/orang yang berilmu".
Dharma "Penggunaan, praktek, ketaatan adat atau perilaku yang ditentukan tugas".
Santika "Menciptakan atau berkaitan dengan ketenangan dan kedamaian". Sehingga dirumuskanlah suatu arti "Prajurit berilmu dan bijaksana yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dan kedamaian".
Satuan Denzijihandak terlibat dalam penugasan di dalam negeri seperti:
Pengamanan Kegiatan khusus berskala Nasional dan Internasional, seperti Sidang Umum dan Sidang Istimewa MPR, KTT Non-Blok, APEC, KTT G-15/G-20, KTT 9 ASEAN SUMMIT Bali;
Pengamanan Personel khusus VIP dan VVIP seperti Presiden, Kepala Negara Asing, Kepala Staf Angkatan Negara Asing dan Tamu Negara Asing lainnya;
Operasi Seroja / Timor Timur tahun 1988–1989;
Operasi Pemulihan Keamanan Daerah Rawan / Aceh tahun 2000–2001;
Operasi Pemulihan Keamanan Daerah Rawan / Aceh tahun 2003–2004;
Operasi Pemulihan Keamanan Daerah Rawan / Aceh tahun 2004–2005;
Operasi Kemanusiaan Bencana Tsunami Daerah Rawan / Aceh pada tahun 2004–2005;
Operasi Pemulihan Keamanan Daerah Rawan / Aceh tahun 2005–2006;
Operasi Camar Maleo V / Poso tahun 2015–2016;
Operasi Tinombala Gelombang II / Poso tahun 2016;
Operasi Tinombala Gelombang III / Poso tahun 2016;
Operasi Pamtas RI-PNG Mobile Rajawali-3 / Papua tahun 2025; dan
Satgas P4 RI-PNG / Papua tahun 2025.
Penugasan Luar Negeri.
Satuan Denzijihandak terlibat dalam penugasan di luar negeri dan tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB seperti:
Satgas Batalyon Zeni UNPROVOR Kontingen Garuda XIV-A s.d XIV-C / Bosnia Herzegovina tahun 1994–1996;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-A / Kongo tahun 2003–2004;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-B / Kongo tahun 2004–2005;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-C / Kongo tahun 2005–2006;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-D / Kongo tahun 2006–2007;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-E / Kongo tahun 2007–2008;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-F / Kongo tahun 2008–2009;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-H / Kongo tahun 2010–2011;
Satgas Kompi Zeni MONUSCO Kontingen Garuda XX-I / Kongo tahun 2011–2012;
Satgas Kompi Zeni MINUSTAH Kontingen Garuda XXVII-A / Haiti tahun 2011–2012;