Desain Generatif adalah proses desain iterasi yang menggunakan Perangkat lunak untuk menghasilkan keluran yang memenuhi serangkaian batasan yang disesuaikan secara Iterasi. Baik itu manusia, program uji, atau Kecerdasan buatan, desainer secara Algoritma atau manual menyempurnakan wilayah yang layak dari masukan dan keluaran program dengan setiap iterasi untuk memenuhi persyaratan desain yang terus berkembang.[1] Dengan menggunakan Daya komputasi untuk mengevaluasi desain Permutasi lebih banyak daripada yang manusia bisa lakukan, Proses ini mampu menghasilkan desain optimal dari Evolusi alam dan Seleksi alam.[butuh rujukan] Hasilnya dapat berupa gambar, suara, Arsitektur, Animasi, dan masih banyak lagi. Oleh Karena itu, ini menjadi metode cepat untuk mengeksplorasi kemungkinan desain yang bisa digunakan di berbagai bidang desain seperta Seni, Arsitektur, Desain komunikasi, dan Desain produk.[2]
Desain generatif menjadi semakin penting, sebagian besar karena lingkungan pemrograman baru atau kemampuan scripting yang membuatnya relatif mudah, bahkan bagi desainer dengan sedikit pengalaman pemrograman, untuk mengimplementasikan ide-ide mereka.[3] Selain itu, proses ini dapat menciptakan solusi untuk masalah yang sangat kompleks yang jika menggunakan pendekatan alternatif akan menghabiskan banyak sumber daya, sehingga menjadikannya pilihan yang lebih menarik untuk masalah dengan himpunan solusi yang besar atau tidak diketahui.[4] Hal ini juga difasilitasi dengan alat-alat yang terdapat dalam paket CAD komersial yang tersedia.[5]
Tidak hanya implementasi alat-alat yang lebih luas, tetapi juga alat-alat yang memanfaatkan desain generatif sebagai dasarnya.[6]
↑Bose, Prasanta; Rajamoney, Shankar A.; Rosenbloom, Paul S.; Wagner, Chris (2014-09-04). Compositional model-based design: A generative approach to the conceptual design of physical systems. University of Southern California. OCLC1003551283.