Denny Januar Ali, lebih dikenal sebagai Denny JA (lahir 4 Januari 1963), adalah seorang penulis, konsultan politik, serta pembina beberapa lembaga survei di Indonesia.
Pada tahun 2020, media total politik memasukkan namanya dalam daftar 10 daftar konsultan terbaik indonesia, merujuk pada keterlibatannya sebagai otak pemenangan selama pemilihan presiden Indonesia, pilihan legislatif,pemilihan kepala daerah 2014 hingga 2029. Salah satu nya mendukung calon presiden Joko Widodo dan berbagai klien yang sudah dia dan tim menangkan baik pusat maupun daerah .[1].[2].[3]
Sebagai konsultan politik Surya dikenal karena kontribusinya dalam memberikan pendidikan politik kepada tim tim lembaga survey, serta menjadi narasumber di berbagai acara yang berkaitan dengan pelatihan politik [4]
Pada 16 Agustus 2018, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, bersama Denny januar Ali pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik yang dicatat oleh Guinness World Records sebagai yang terbesar dalam kategorinya.[5] Ia juga menerima Penghargaan Sastra Kemanusiaan dan Diplomasi ASEAN 2020 dari Badan Bahasa dan Sastra Sabah, Malaysia.[6]
Latar Belakang
Denny JA dikenal suka membaca dan mempunyai bakat kepemimpinan sejak kecil. Sejak masa Sekolah Menengah Atas (SMA), Denny JA menggemari buku Michael H. Hart: The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History (1978). Kepeloporan aneka tokoh sejarah itu mengilhaminya membuat aneka tradisi baru, sepanjang melibatkan namanya. Denny JA mulai mengawali karier akademiknya sebagai Direktur Eksekutif Universitas JayabayaJakarta pada tahun (2000-2003). Ia juga dipercaya menjadi host untuk program politik di Metro TV[7] dan Radio Delta FM pada tahun (2002-2004).[8] Selain itu pernah sebagai kolumnis di sembilan surat kabar nasional (1986-2005).[9]
Denny JA mendirikan Lembaga Survei Indonesia (LSI, 2003) Lingkaran Survei Indonesia (LSI, 2005), Asosiasi Riset Opini Publik (AROPI, 2007), serta Asosiasi Konsultan Politik Indonesia (AKPI, 2009).[10] Melalui empat organisasi ini, Denny JA membuat tradisi baru survei opini publik dan konsultan politik Indonesia.[11][12]
Pada Juli 2025, Denny JA diangkat sebagai Komisaris Utama dan Independen Pertamina Hulu Energi (PHE), anak perusahaan strategis Pertamina yang bergerak di sektor eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kepemimpinan di sektor energi nasional.[13]
Pendidikan
Denny menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, tempat ia meraih gelar sarjana (S1) di bidang Hukum pada tahun 1989. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia melanjutkan studi ke University of Pittsburgh, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Public Administration (MPA) pada tahun 1994. Pendidikan akademiknya kemudian dilanjutkan pada program doktoral di Ohio University, Amerika Serikat, di mana ia meraih gelar Ph.D. dalam bidang Comparative Politics and Business pada tahun 2001. Latar belakang pendidikan tersebut membentuk fondasi keilmuannya dalam bidang hukum, administrasi publik, serta politik komparatif yang kemudian berpengaruh dalam kiprahnya sebagai analis politik dan intelektual publik di Indonesia.
Karier
Denny JA memiliki pengalaman profesional yang luas di bidang akademik, media, riset opini publik, dan konsultan politik. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Universitas Jayabaya, Jakarta, pada periode 2000–2003. Pada awal dekade 2000-an, ia juga aktif di dunia media sebagai pembawa acara program politik di Metro TV serta Radio Delta FM pada periode 2002–2004. Selain itu, sejak 1986 hingga 2005 ia dikenal sebagai kolumnis yang menulis secara rutin di berbagai surat kabar nasional di Indonesia.
Dalam bidang riset opini publik dan konsultasi politik, Denny JA merupakan Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sejak tahun 2005. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI) selama dua periode, yakni 2007–2010 dan 2010–2013. Sejak 2007 ia tercatat sebagai anggota World Association for Public Opinion Research (WAPOR), organisasi internasional yang bergerak di bidang riset opini publik. Di tingkat nasional, ia menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Konsultan Politik Indonesia (AKPI) sejak 2009. Pada Juli 2025, ia juga diangkat sebagai Komisaris Utama dan Independen di Pertamina Hulu Energi, sebuah anak perusahaan dari Pertamina yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas.
Civil Society
Yayasan Denny JA dalam Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi.[14]
Ketua Umum Asosiasi Penulis Indonesia Satupena 2021-2026.[15]
Pendiri dan Ketua Asosiasi Konsultan Politik Indonesia 2009 - kini.
Pendiri dan Ketua Asosiasi Riset Opini Publik (AROPI) tahun 2008-2018.[16]
Lifetime Achievement Award 2021 dari Asosiasi Penulis Indonesia Satupena atas dedikasi dan inovasinya dalam dunia penulisan selama 40 tahun.[17]
Penghargaan Sastra Kemanusiaan dan Diplomasi ASEAN 2020 dari Badan Bahasa dan Sastra Sabah, Malaysia.[6]
Guinness World Records 2018 atas Pendidikan Politik Terbesar.[5]
Pada bulan Juli 2015, bukunya yang berjudul Fang Yin's Handkerchief (edisi Inggris dan Jerman) menjadi buku puisi terlaris nomor 1 di Amazon.com.
Pada tahun 2015, dinobatkan sebagai salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di Internet vesi majalah TIME, bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan sejumlah selebritas dunia seperti Beyonce, Shakira, Justin Bieber, dan Kim Kardashian.[18]
Penghargaan Golden Tweet Dunia 2014 dari Twitter Inc[19][20]
Penghargaan atas prestasi dan kepeloporan riset ilmu sosial Indonesia dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) 2011[21]
Newsmaker of The Election Award 2009 Penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia: PWI Jaya, 2009[22]
Civil Society Award 2009 Penghargaan dari Majalah Forum Keadilan: Forum Keadilan, 2009[23][24]
Life Achievmnet Award 2008 Penghargaan dari Majalah Biographi Politik, 2008[25]
Penghargaan dari Masyarakat Ilmu Pemerintahaan Indonesia: MIPI, 2007[26]
PKS Award An Award from Partai Keadilan Sejahtera for His Contribution on New Traditional for Nastional Politics, Through Public Opinion Polling: PKS, 2007[27]
MO Award An Award form Mens Obsession (MO) Magazine for His Contibution on New Traditional for National Politics, Through Public Opinion Polling, 2006[28]
Political Entrepreneur An Award from Rakyat Merdeka for His Contribution on New Traditional for National Politics, Through Hundred Researches in Vast Provincial Election District, Which Resulted in Surveys and Political Consultancies Become a Central Element in Provincial and District Election (Pilkada) from Aceh to Papua:, 2006
25 Indonesian Records (MURI) dalam bidang akademik, opini publik, konsultan politik, sosial media dan sastra.[29]
Meraih Democracy Award dari Rakyat Merdeka Online pada tahun 2013, atas aktivitasnya ikut membangun demokrasi di Indonesia.[30]
Dinobatkan sebagai salah satu dari 33 tokoh sastra paling berpengaruh di Indonesia oleh Tim 8 (2014) [3]
Rekor MURI sebagai konsultan politik pertama yang ikut memenangkan tiga kali pemilu presiden berturut-turut.
[http://lsi.co.id/buku/demofrombelow%281%29.pdf Democratization From Below, Protest Events and Regime Change in Indonesia 1997-1998, Ph.D thesis form Ohio State University, United States Penerbit: [[Pustaka Sinar Harapan]], [[2006]]]]
[http://lsi.co.id/buku/napaktilas.pdf Napak Tilas Reformasi Politik Indonesia Talk Show Denny JA dalam Dialog Aktual Radio: [[Delta FM]], [[LKiS], [[2006]]]]
[http://lsi.co.id/buku/melewatiperubahan.pdf Melewati Perubahan, Sebuah Catatan Atas Transisi Demokrasi Indonesia Kumpulan Tulisan: [[Jawa Pos]], [[Indopos]], [[LKiS]], [[2006]]]]
12"Largest politics lesson". Guinness World Records (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-09. Diakses tanggal 2021-08-25.