Deni Wicaksono (lahir 18 Juli 1981) adalah seorang politikus sekaligus Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Jawa Timur periode 2024–2029. Sebelumnya, ia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024. Ia menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur Komisi E Kesejahteraan Rakyat di dapil Jatim IX yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi.[1][2]
Saat kuliah, Deni aktif mengikuti beberapa organisasi baik dalam maupun luar kampus. Ia pernah bergabung di Himpunan Mahasiswa Antropologi dan pernah menjadi presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Presiden BEM) FISIP UNAIR pada tahun 2004. Selain itu, ia pernah bergabung dengan organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Di organisasi GMNI, ia pernah melakukan pendampingan kepada buruh-buruh di kawasan Perak dan beberapa pedagang kaki lima di sekitar kampus.[5]
Karier
Deni memulai karier profesionalnya sebagai Komisioner Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jawa Timur pada tahun 2012. Lembaga tersebut memiliki tujuan untuk menangani pengaduan dan keluhan masyarakat mengenai kebijakan dan pelayanan publik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setelah itu, ia mendirikan Lembaga Konsultan Politik yang aktif di dunia riset atau survei terkait dunia politik. Melalui lembaga tersebut, ia mendampingi beberapa calon kepala daerah dan calon legislatif.[3]
Setelah berkarier di KPP, Deni memutuskan untuk bergabung dengan partai PDIP. Di partai tersebut, ia pernah menjadi Koordinator Komite Pemenangan Pemilihan Umum (Pemilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim, hingga Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.[3]
Pada pemilihan umum legislatif tahun 2019, Deni mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Jawa Timur melalui PDI Perjuangan. Dalam kontestasi tersebut, ia berhasil terpilih sebagai Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 dengan perolehan 41.535 suara. Kemudian, pada pemilihan umum legislatif tahun 2024, ia kembali mencalokan diri sebagai Caleg DPRD Jawa Timur dan terpilih sebagai wakil ketua DPRD Jawa Timur. Sebagai Caleg, ia memiliki tujuan untuk menurunkan angka kemiskinan yang masih sangat tinggi di Provinsi Jawa Timur.[6]