Sinopsis
Butet Sinaga, yang lebih dikenal dengan panggilannya Mak Gondut (Lina Marpaung), dulunya adalah gadis Batak yang memiliki aspirasi besar untuk menjadi aktris. Namun, baru sebentar di Jakarta ia lebih dulu kepincut pria Batak yang bernama Maruap, dan akhirnya Mak Gondut muda memilih untuk langsung menikah, punya anak dan segera melupakan mimpinya. Sang anak tumbuh menjadi wanita idealis bernama Gloria, disingkat Glo (Geraldine Sianturi), yang juga memiliki passion di bidang perfilman seperti sang ibu; saat Mak Gondut muda ingin menjadi aktris, Glo menjadi sutradara. Film pertama Glo yang bertema action and dibuat secara amatir, Resign Club (lengkap dengan poster yang memparodikan film Fight Club), menjadi sukses, bahkan memenangkannya sebuah Piala Citra. Namun, empat tahun berlalu dari masa kejayaan Resign Club, Glo belum juga bisa membuat film keduanya.
Selain karena susahnya mencari produser yang bersedia membiayai pembiayaan pembuatan filmnya dan ide cerita film keduanya yang terus berubah, Glo terus dipusingkan oleh Mak Gondut yang tiada hentinya memintanya untuk cepat menikah dengan pria Batak. Glo sendiri bersikap menghakimi keputusan ibunya dulu yang sempat punya mimpi, menikah, berkeluarga lalu hidup "boringly ever after". Acun (Sunny Soon), aktor yang dulu ikut berperan dalam Resign Club sekarang berakhir sebagai pekerja kantoran rendahan, karena seperti Glo, dirinya pun kesulitan menentukan arah hidupnya setelah menjadi terkenal sesaat, sedangkan Nicki (Saira Jihan), adalah teman Glo yang hidup pas-pasan menjual DVD bajakan di pinggir jalan, yang juga seorang lesbian tetapi anehnya sedang hamil besar.
Mak Gondut yang tahu bahwa setidaknya Glo perlu biaya yang memadai agar film keduanya lebih jelas adanya, melakukan berbagai cara untuk membantu Glo mendapatkan setidaknya 1 miliar, dari mengikuti kampanye sebagai calon legislatif tiga partai sekaligus, berencana mati agar dapat asuransi, sampai meminta bantuan seorang napi Batak bernama BK Marpaung (Sahat Parlindungan). Namun ujung-ujungnya selalu sama, Mak Gondut selalu akan berkata "asal kau kawin sama Batak!". Ketika Tumpal (Richard Siahaan) jelas-jelas menunjukkan bahwa ia tertarik pada Glo, ini justru memicu pertengkaran besar Glo dan Mak Gondut (lengkap dengan foto Maruap), dan akhirnya Glo memilih untuk hengkang dari rumah ibunya.
Proposal-proposal yang dibuat Glo agar filmnya berhasil didanai tidak juga membuahkan hasil, dan Glo yang tinggal di kos butut pun terpaksa harus menjual mobilnya agar bisa bertahan. Dalam perjalanan hidup mandiri inilah, Glo banyak belajar, mulai dari Nicki yang sudah melahirkan ternyata bisa menjadi ibu yang ideal, sampai dengan fakta bahwa hampir semua orang membenci Mak Gondut karena berbagai alasan. Pun ketika Mak Gondut sakit keras, tiba-tiba dunia Glo terbalik 360 derajat, dan ia sangat berharap ibunya bisa sembuh, meski harus menjual rumah mereka. Disinilah, Glo mendapatkan inspirasi untuk membuat film keduanya tentang sang ibu: dari wanita yang punya ambisi, menikah dan berkeluarga, tetapi tetap memiliki passion di hidupnya. Ketika film kedua Glo tentang Mak Gondut rampung dan siap ditonton, Mak Gondut kembali sakit dan harus dioperasi. Film Mak Gondut sukses, dan saat Glo kembali ke rumah sakit, ia dikejutkan dengan keberadaan kakak Mak Gondut yang sedang menangis di rumah sakit bersama seorang dokter.
Ajaibnya, Mak Gondut tentu tidak meninggal, karena Glo masih belum menikah dengan pria Batak. Akhirnya film ditutup dengan pernikahan Tumpal, tetapi bukan dengan Glo, tetapi dengan wanita etnis Betawi yang berjilbab. Glo dan Mak Gondut pun hidup seperti sediakala: masih selalu berbeda pendapat dan hidup boringly ever after, tetapi mereka berencana untuk mencoba hidup dengan itu.