Degu gunung (Octodontomys gliroides) adalah spesies hewan pengerat dalam famili Octodontidae yang berasal dari kawasan pegunungan dan daerah kering di bagian barat Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Chile. Spesies ini merupakan satu-satunya anggota genus Octodontomys dan dikenal karena kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan berbatu dengan vegetasi yang jarang.[1]
Degu gunung menghuni daerah berketinggian sekitar 1.000 hingga lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut. Hewan ini hidup di celah-celah batu, lereng pegunungan, dan semak belukar kering yang menyediakan perlindungan dari predator serta kondisi cuaca yang ekstrem.[2]
Taksonomi
Degu gunung termasuk dalam ordo Rodentia dan famili Octodontidae, yaitu kelompok hewan pengerat yang sebagian besar ditemukan di Amerika Selatan.
Degu gunung memiliki panjang tubuh sekitar 17–22 sentimeter dengan ekor sepanjang 10–15 sentimeter. Berat tubuhnya berkisar antara 150 hingga 300 gram, meskipun dapat bervariasi bergantung pada umur dan kondisi lingkungan.
Tubuhnya diselimuti bulu berwarna abu-abu kecokelatan hingga cokelat pucat yang membantu kamuflase di lingkungan berbatu. Bagian bawah tubuh biasanya berwarna lebih terang. Ekor ditutupi bulu halus dengan ujung yang sedikit lebih lebat.
Mata berukuran relatif besar, sedangkan telinganya membulat dan cukup panjang. Kaki belakang berkembang baik sehingga memudahkan hewan ini memanjat batu dan bergerak cepat di medan yang terjal.
Persebaran
Spesies ini tersebar di wilayah pegunungan Andes bagian tengah, terutama di:
Persebarannya mencakup daerah berbatu, lembah pegunungan, padang semak kering, serta kawasan gurun pegunungan.
Habitat
Habitat utama degu gunung adalah daerah berbatu dengan vegetasi yang jarang. Hewan ini sering ditemukan di celah batu, gua kecil, dan lereng berbatu yang memberikan perlindungan dari predator.
Daerah yang dihuni umumnya memiliki curah hujan rendah, suhu yang berfluktuasi antara siang dan malam, serta ketersediaan tumbuhan yang terbatas.
Perilaku
Degu gunung merupakan hewan yang aktif pada pagi dan sore hari, meskipun aktivitasnya dapat berubah bergantung pada suhu lingkungan. Individu biasanya hidup secara soliter atau dalam kelompok kecil.
Hewan ini memanfaatkan celah batu sebagai tempat berlindung dan membangun sarang dari rumput kering, ranting kecil, serta dedaunan.
Makanan
Sebagai hewan herbivor, degu gunung memakan berbagai jenis tumbuhan, seperti:
Rumput
Daun
Tunas muda
Biji
Semak
Kaktus tertentu
Kemampuannya memanfaatkan vegetasi yang sedikit memungkinkan spesies ini bertahan hidup di habitat yang kering.
Reproduksi
Musim kawin biasanya berlangsung pada musim semi hingga awal musim panas. Masa kebuntingan berlangsung sekitar tiga bulan, dan seekor induk dapat melahirkan satu hingga lima anak.
Anak-anak lahir dengan kondisi relatif berkembang, telah memiliki bulu, dan mampu membuka mata dalam waktu singkat setelah dilahirkan.
Predator
Beberapa predator alami degu gunung meliputi:
Burung pemangsa
Rubah Andes
Kucing liar
Ular
Kamuflase warna tubuh dan kebiasaan bersembunyi di celah batu menjadi mekanisme utama untuk menghindari pemangsa.
Status konservasi
Menurut IUCN, Octodontomys gliroides diklasifikasikan sebagai spesies dengan status Risiko Rendah (Least Concern/LC). Meskipun demikian, degradasi habitat akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim berpotensi memengaruhi populasi lokal di beberapa wilayah.[3]
Penelitian
Degu gunung menjadi objek penelitian dalam bidang ekologi, fisiologi, dan adaptasi mamalia terhadap lingkungan pegunungan yang kering. Penelitian mengenai spesies ini memberikan informasi penting mengenai evolusi hewan pengerat Amerika Selatan dan strategi adaptasi terhadap perubahan lingkungan.