Diagnosis hipomagnesemia dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan elektrolit darah yaitu kadar magnesium kurang dari 1,46mg/dl (nilai normalnya 1,46-2,68mg/dl). Penatalaksanaan hipomagnesemia tergantung kepada gejala klinis yang timbul, fungsi ginjal, dan stabilitas hemodinamika penderita. Untuk gejala yang ringan dapat diberikan preparat magnesium oral dan untuk hipomagnesemia yang gejalanya berat, diberikan magnesium sulfat intravena.[1][2][3][4][5]
Tanda dan gejala
Penderita hipomagnesemia secara garis besar memberikan tiga gambaran tanda dan gejala yaitu gejala dan tanda gangguan neuromuskuler, gangguan kardivaskular dan gangguan keseimbangan elektrolit yang lainnya (hipomagnesemia jarang berdiri sendiri tanpa disertai gangguan elektrolit yang lain).[6][7]
Diagnosis hipomagnesemia ditegakkan dengan pemeriksaan kadar magnesium dalam darah. Nilai normalnya adalah 1,46-2,68mg/dl. Kadar magnesium yang kurang dari 1,46mg/dl adalah parameter diagnosis hipomagnesemia. Kondisi ini juga dapat ditunjang dengan pemeriksaan elektrokardiogram yang akan menunjukkan pelebaran gelombang kompleks QRS, perpanjangan interval PR, depresi gelombang ST, gambaran aritmia ventrikel dan fibrilasi atrial.[2][3][6][7][10][11]
Penatalaksanaan
Kondisi hipomagnesemia yang tidak ditangani akan menyebabkan hipokalsemia. Penanganan hipomagnesemia ringan dapat ditempuh dengan diet tinggi magnesium yang bisa didapatkan dalam sayuran hijau seperti bayam, kacang-kacangan seperti kacang polong dan biji-bijian. Magnesium adalah elektrolit yang lambat dalam mencapai kadar yang seimbang antara kadar dalam darah dan kadar di dalam jaringan intraseluler, karenanya pada penderita hipomagnesemia yang asimtomatik, harus sudah mulai diberikan preparat magnesium oral. Magnesium oksida oral atau magnesium klorida oral dan magnesium laktat oral adalah pilihan yang dapat diberikan. Penderita dengan gejala klinis berat diberikan magnesium sulfat intravena.[1][2][3][5][6][7][9][11][12]