Dia juga dikenal sebagai pemandu seri tayangan dokumenter jalanan Distrik di kanal Youtube Asumsi (2019-2021) dan Follow the Street di kanal Youtube Malaka Project (2023–sekarang).[5]
Terbaru, dia memulai karier sebagai rapper[6] dan bergabung dengan kolektif Def Bloc.[7] Dia telah merilis sejumlah single secara digital.
Penghargaan
Buku kumpulan puisi Dea, Misa Arwah, merupakan salah satu kandidat dalam daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2016. Sementara itu, kumpulan cerpennya, Bakat Menggonggong, masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2017, dan merupakan salah satu buku Indonesia terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia. Buku tersebut juga mendapat Penghargaan Sastra Badan Bahasa 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kumpulan puisi terbarunya, Kertas Basah, merupakan salah satu buku pilihan Majalah Tempo pada 2020. Dea adalah salah satu penerima residensi Komite Buku Nasional tahun 2017.[8]
Karya
Misa Arwah (Indie Book Corner, 2015)
Bakat Menggonggong (Buku Mojok, 2016)
Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya (Buku Mojok, 2019)
Kertas Basah (Gambang, 2020)
Kenapa Kita Tidak Berdansa? (Shira Media, 2021)
Hari-Hari yang Mencurigakan (Marjin Kiri, 2022)
Referensi
↑"Dea Anugrah". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2018-11-23.