Stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk penuh sebanyak 30.205 kursi dan dilengkapi dengan sistem pemanas rumput standar. Tidak terdapat pagar di sekitar tribun, melainkan pelumampahan yang memungkinkan sirkulasi penonton secara lebih terbuka. De Grolsch Veste menjadi tuan rumah partai final UEFA Women's Euro 2017.[1]
Sejarah
De Grolsch Veste menggantikan stadion lama Stadion Diekman sebagai markas FC Twente pada 22 Maret 1998. Sebelumnya, ada rencana untuk memperluas dan merenovasi Diekman Stadion yang kini telah dihancurkan. Namun, dengan meningkatnya jumlah pendukung serta lokasi Diekman yang dinilai kurang strategis, muncul gagasan untuk membangun stadion baru khusus bagi pendukung FC Twente. Stadion Diekman juga mengalami kendala dalam tata letak tempat duduk karena peraturan FIFA yang mewajibkan adanya tribun duduk di belakang setiap gawang.
Biaya pembangunan stadion diperkirakan sekitar 33 juta gulden dan memakan waktu sekitar 14 bulan. Batu pertama diletakkan pada 31 Januari 1997. Karena keterbatasan anggaran, desain stadion dibuat sedemikian rupa agar memudahkan ekspansi di masa depan tanpa harus merobohkan seluruh tribun.
Pertandingan pertama yang dimainkan di stadion ini adalah kemenangan 3–0 FC Twente atas PSV pada 10 Mei 1998 dalam laga Eredivisie. Gol pertama di stadion baru dicetak oleh pemain FC Twente, Chris De Witte, pada menit ke-14.
Pada 1 Oktober 2006, stadion ini diperbarui dengan pemasangan dua layar video raksasa.
Pada Mei 2008, nama Stadion Arke resmi diubah menjadi De Grolsch Veste setelah pabrik bir Grolsch—yang berbasis di Enschede, kota asal klub—menjadi sponsor. Nama "Veste" (benteng) merujuk pada Groenlo, sebuah kota berbenteng tua yang sering dikepung di masa lalu dan tempat Grolsch pertama kali diproduksi.
Pada 5 September 2009, untuk pertama kalinya stadion ini menjadi tuan rumah pertandingan internasional saat Belanda mengalahkan Jepang 3–0 dalam laga persahabatan.
Pada tanggal 7 Juli 2011, ketika sedang mengerjakan perluasan tribun, atap stadion tiba-tiba runtuh, menewaskan 2 pekerja dan melukai 14 orang.[2] Setahun setelah kecelakaan tersebut, sebuah monumen didirikan.