Ruth Barcan Marcus (/ˈbɑːrkən ˈmɑːrkəs/; lahir Ruth Charlotte Barcan; 2 Agustus 1921 – 19 Februari 2012) adalah seorang filsuf akademik dan ahli logika Amerika yang paling dikenal melalui karyanya dalam logika modal dan logika filosofis. Ia mengembangkan sistem formal pertama dari logika modal terkuantifikasi dan dalam proses tersebut memperkenalkan skema atau prinsip yang dikenal sebagai rumus Barcan (Barcan formula). (Ia juga memperkenalkan operator “kotak” yang kini menjadi standar untuk menyatakan keniscayaan.) Marcus, yang awalnya menerbitkan karya-karyanya dengan nama Ruth C. Barcan, adalah, sebagaimana dicatat Don Garrett, “salah satu filsuf-ahli logika paling penting dan berpengaruh pada abad kedua puluh.”
Timothy Williamson, dalam perayaan karier panjang Marcus pada tahun 2008, menyatakan bahwa banyak dari “gagasan utamanya bukan hanya orisinal, cerdas, indah, memikat, berpengaruh, dan jauh mendahului zamannya, tetapi sebenarnya – menurut saya – benar.”
Biografi
David Kellogg Lewis lahir di Oberlin, Ohio, dari pasangan John D. Lewis, seorang profesor pemerintahan di Oberlin College, dan Ruth Ewart Kellogg Lewis, seorang sejarawan abad pertengahan. Ia berasal dari keluarga akademik dan religius yang cukup menonjol: ia adalah cucu dari pendeta Presbiterian Edwin Henry Kellogg serta cicit dari Samuel H. Kellogg, seorang misionaris Presbiterian yang dikenal sebagai pakar bahasa Hindi dan kontributor penting dalam kajian linguistik dan teologi Asia Selatan.[1]
Lewis bersekolah di Oberlin High School, di mana ia kerap menghadiri kuliah tingkat perguruan tinggi—khususnya kuliah kimia—di Oberlin College, sebuah pengalaman yang memperlihatkan sejak dini kecenderungannya terhadap pembelajaran akademik yang intensif. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan ke Swarthmore College, kemudian menghabiskan satu tahun (1959–60) sebagai mahasiswa di Oxford University. Selama di Oxford, ia mendapat bimbingan pribadi dari novelis dan filsuf terkemuka Iris Murdoch, dan menghadiri kuliah tokoh-tokoh besar filsafat analitik seperti Gilbert Ryle, H. P. Grice, P. F. Strawson, dan J. L. Austin. Tahun formasinya di Oxford ini kemudian diakui Lewis sebagai salah satu faktor penentu keputusannya untuk secara serius menekuni filsafat.
Lewis meraih gelar Ph.D. dari Harvard University pada tahun 1967, di bawah supervisi W. V. O. Quine. Meskipun Quine memiliki pengaruh intelektual yang signifikan baginya, banyak pandangan Quine yang kemudian ia kritik dan kembangkan. Selama di Harvard pula ia mengikuti seminar bersama filsuf Australia J. J. C. Smart, yang kelak mengenang Lewis dengan mengatakan: “I taught David Lewis, or rather, he taught me.” Pernyataan ini sering dikutip untuk menggambarkan bakat luar biasa dan kedalaman analitis Lewis bahkan sejak masa studinya.[2]
Pada tahun 1966, bahkan sebelum menyelesaikan disertasinya, Lewis bergabung dengan departemen filsafat University of California, Los Angeles (UCLA). Empat tahun kemudian, pada 1970, ia menerima tawaran dari Princeton University, tempat ia menghabiskan seluruh sisa karier akademiknya. Di Princeton, Lewis menghasilkan sebagian besar karya-karya yang menjadikannya salah satu filsuf analitik paling berpengaruh pada abad ke-20, termasuk kontribusinya pada metafisika modal, teori kemungkinan, filsafat bahasa, dan filsafat pikiran.