David Ionovich Bronstein (Rusia: Дави́д Ио́нович Бронште́йн; 19 Februari 1924 – 5 Desember 2006) adalah seorang pemain caturSoviet dan Rusia. Ia dianugerahi gelar Grandmaster Internasional oleh FIDE pada tahun 1950, dan hampir menjadi Juara Dunia Catur pada tahun 1951. Bronstein merupakan salah satu pemain terkuat di dunia dari pertengahan 1940-an hingga pertengahan 1970-an, dan oleh rekan-rekannya digambarkan sebagai jenius kreatif dan ahli taktik. Ia juga dikenal sebagai penulis catur yang terkemuka; bukunya yang berjudul Zurich International Chess Tournament 1953 dianggap secara luas sebagai salah satu buku catur terbaik yang pernah ditulis.[1]
Biografi
David Bronstein lahir di Bila Tserkva, SSR Ukraina, Uni Soviet, dari orang tua Yahudi. Tumbuh dalam keluarga miskin, ia belajar catur pada usia enam tahun dari kakeknya. Saat remaja di Kiev, ia dilatih oleh Master Internasional terkenal Alexander Konstantinopolsky. Ia menempati posisi kedua dalam Kejuaraan Kiev ketika baru berusia 15 tahun, dan meraih gelar Master Soviet pada usia 16 tahun berkat hasil tempat kedua dalam Kejuaraan Catur SSR Ukraina 1940, di belakang Isaac Boleslavsky, yang kemudian menjadi sahabat dekatnya baik di dalam maupun di luar papan catur. Istri pertamanya adalah Olga Ignatieva, salah satu pemain catur wanita terkuat pada tahun 1950-an. Pada tahun 1984, ia menikah dengan Tatiana, putri Boleslavsky.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah pada musim semi 1941, rencananya untuk belajar matematika di Universitas Kiev terhenti karena meletusnya Perang Dunia II di Eropa Timur pada awal 1940-an. Ia sempat mengikuti semifinal Kejuaraan Soviet 1941, tetapi acara tersebut dibatalkan karena perang dimulai. Tak lama setelah perang berakhir, ia mulai menempuh pendidikan di Institut Politeknik Leningrad selama kurang lebih satu tahun.
Dinilai tidak layak untuk dinas militer, Bronstein menghabiskan masa perang dengan melakukan berbagai pekerjaan; termasuk rekonstruksi bangunan yang rusak akibat perang dan pekerjaan administratif atau manual lainnya. Selama perang, ayahnya, Johonon, dipenjara secara tidak adil selama beberapa tahun dalam sistem Gulag dan ditahan tanpa bukti kuat melakukan kejahatan, seperti yang kemudian terungkap.[2] Rumor bahwa Bronstein terkait dengan mantan pemimpin Soviet Leon Trotsky (yang nama keluarganya sebenarnya Bronstein) dianggap tidak terkonfirmasi dan diragukan oleh Bronstein sendiri dalam bukunya The Sorcerer's Apprentice (1995). Kepercayaan ini bisa menjelaskan penahanan ayah Bronstein.