Dataran Tinggi ColumbiaDataran Tinggi Columbia meliputi sebagian besar Kelompok Basal Sungai Columbia yang ditunjukkan dengan warna hijau pada peta ini. Kota-kota di Washington, yaitu Spokane, Yakima, dan Pasco, serta kota Pendleton di Oregon, terletak di Dataran Tinggi Columbia.
DataranTinggi Columbia adalah wilayah geologis dan geografis penting yang membentang di sebagian negara bagian Washington, Oregon, dan Idaho di Amerika Serikat.[1] Wilayah ini merupakan dataran basal banjir yang luas yang terletak di antara Pegunungan Cascade dan Pegunungan Rocky, serta terbelah oleh Sungai Columbia.
Geologi
Pada akhir Miosen dan awal Pliosen, basal banjir menutupi sekitar 63.000 mil persegi (160.000 km²) di wilayah Pasifik Barat Laut, membentuk suatu provinsi batuan beku besar.[2] Selama kurun waktu sekitar 10 hingga 15 juta tahun, aliran lava yang berulang kali muncul ke permukaan akhirnya mencapai ketebalan lebih dari 6.000 kaki (1,8 km).[2] Ketika batuan cair bergerak naik, kerak Bumi perlahan-lahan tenggelam ke dalam ruang yang ditinggalkan oleh lava tersebut. Kelompok Basal Sungai Columbia terdiri atas tujuh formasi: Basal Steens, Basal Imnaha, Basal Grande Ronde, Basal Ngarai Picture, Basal Prineville, Basal Wanapum, dan Basal Pegunungan Saddle, yang masing-masing terbagi lagi ke dalam berbagai anggota dan aliran.[3][2]
Penurunan kerak Bumi menghasilkan dataran lava yang luas dan sedikit cekung.[2] Sungai Columbia purba dipaksa mengikuti alur yang kini dikenal sebagai jalurnya akibat pergerakan lava yang maju ke arah barat laut. Ketika lava mengalir, ia mula-mula mengisi lembah sungai dan membentuk bendungan yang kemudian menciptakan genangan air atau danau.[2] Endapan danau ini menyimpan berbagai fosil, termasuk jejak daun, kayu membatu, fosil serangga, dan tulang vertebrata.[2]
Bukti menunjukkan adanya sumber panas terpusat yang melelehkan batuan di bawah Provinsi Dataran Columbia pada dasar litosfer. Untuk menjelaskan mengapa wilayah yang jauh dari batas lempeng ini mengalami letusan lava yang sangat besar, para ilmuwan menentukan usia pembekuan banyak aliran lava. Mereka menemukan bahwa batuan vulkanik termuda berada di dekat Dataran Yellowstone, dan semakin ke barat, semakin tua usia lavanya.[4]
Meskipun penelitian masih berlangsung, penjelasan yang mungkin adalah keberadaan suatu titik panas, yakni plume mantel yang sangat panas, yang naik dari kedalaman menuju permukaan. Seperti di Hawaii dan Islandia, ketidakstabilan suhu pada batas antara inti dan mantel memicu plume besar yang langsung bergerak naik ke permukaan Bumi.[4]
Jejak titik panas ini bermula di barat dan bergerak menuju Taman Nasional Yellowstone. Kehadiran fumarol beruap dan geyser eksplosif menunjukkan konsentrasi panas yang kuat di bawah permukaan. Titik panas tersebut bersifat tetap, tetapi lempeng Amerika Utara bergerak di atasnya, membentuk rekaman yang jelas mengenai arah dan kecepatan gerak lempeng.[4]