Data ekonomi adalah data yang menguraikan ekonomi nyata, baik masa lampau atau masa kini. Data ekonomi pada umumnya diperoleh dalam bentuk deret atau baris waktu yang mencakup lebih dari satu jangka waktu (misalnya: tingkat pengangguran bulanan selama lima tahun terakhir) atau dalam data potong lintang dalam satu periode waktu (misalnya: tingkat konsumsi dan pendapatan yang diperuntukkan pada rumah tangga uji coba). Data juga dapat disatukan dari survei. Misalnya survei perorangan dan survei perusahaan[1] atau gabungan antara sektor dan industri dalam suatu perekonomian tunggal atau perekonomian dunia. Sekumpulan informasi tersebut dalam bentuk tabel terdiri atas kumpulan data.
Unsur-unsur ekonomi dan statistik metodologis dari pokok bahasan ini mencakup pengukuran, pengumpulan, analisis, dan penerbitan data.[2] 'Statistik ekonomi' juga dapat diartikan sebagai subtopik statistik resmi yang diterbitkan organisasi resmi (misalnya, lembaga statistik, organisasi antarpemerintah seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, atau OECD, bank sentral, kementerian, dan lain-lain). Data ekonomi memberikan dasar empiris untuk penelitian ekonomi, baik secara deskriptif maupun secara ekonometrik. Arsip data juga merupakan masukan utama untuk menilai replikabilitas temuan empiris[3] dan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan ekonomi.
↑Richard Anderson, William H. Greene, B. D. McCullough, and H. D. Vinod, 2008. "The Role of Data/Code Archives in the Future of Economic Research," Journal of Economic Methodology, 15(1), pp. 99–115.Diarsipkan 2021-11-04 di Wayback Machine.