Danau Telok Putih adalah sebuah kawasan wisata danau yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Danau ini dikenal sebagai ruang rekreasi keluarga, tempat kunjungan wali santri, lokasi kegiatan keagamaan dan sosial, serta salah satu objek wisata air di kawasan Indralaya.[1][2]
Nama "Telok" merupakan bentuk lokal dari kata "telur" dalam sebagian ragam tutur Melayu Palembang, sehingga nama tempat ini kerap dipahami sebagai "Telur Putih". Dalam pemberitaan dan konten perjalanan, nama ini juga kadang ditulis sebagai Danau Teluk Putih.[3]
Lokasi dan akses
Danau Telok Putih terletak di kawasan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Salah satu pemberitaan lokal menyebut alamatnya di Jalan KH. Moh. Harun, Sakatiga, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.[2] Informasi direktori wisata juga mencantumkan lokasi Danau Telok Putih di Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.[4]
Secara administratif, Kecamatan Indralaya merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir. Publikasi Kecamatan Indralaya Dalam Angka 2024 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir dan menyajikan data statistik kecamatan sampai tingkat desa/kelurahan.[5] Sumsel24 menyebut lokasi Danau Telok Putih berada sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Indralaya dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.[2]
Latar belakang kawasan
Danau Telok Putih berada di dalam lingkungan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga. Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga adalah lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Islam Raudhatul Ulum Sakatiga (YAPIRUS) dan berlokasi di Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.[6] Menurut keterangan resmi pesantren, lembaga tersebut berdiri pada 1 Agustus 1950 sebagai kelanjutan dari dua madrasah yang lebih dahulu berkembang di Sakatiga, yakni Madrasah Al-Falah dan Madrasah Al-Shibyan.[6]
Keberadaan danau di dalam kawasan pesantren membuat Danau Telok Putih memiliki karakter yang berbeda dari banyak objek wisata air lainnya. Selain menjadi ruang rekreasi, tempat ini juga berfungsi sebagai ruang pertemuan antara santri dan keluarga, terutama ketika wali santri berkunjung ke pesantren. RRI melaporkan bahwa Danau Telok Putih menjadi daya tarik bagi santri, wali murid, keluarga, rombongan majelis taklim, dan pengunjung yang datang pada akhir pekan.[1]
Karakteristik dan suasana
Danau Telok Putih digambarkan sebagai kawasan danau dengan suasana tenang dan asri. Pemberitaan Ayo Palembang menyebut danau ini sebagai danau air tawar yang berada di kawasan hijau dan nyaman di Ogan Ilir.[7] Sumsel24 memperkirakan luas danau sekitar setengah hektare dan menyebut kawasan ini sebagai tempat yang digunakan pengunjung untuk duduk santai, menikmati suasana tepi danau, serta beraktivitas bersama keluarga.[2]
Dalam beberapa sumber populer, Danau Telok Putih juga disebut memiliki rumah-rumah tradisional Sumatera Selatan di bagian tepi danau yang dapat digunakan untuk kegiatan rombongan atau gathering.[8]
Pemanfaatan wisata dan fasilitas
Danau Telok Putih dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi air dan wisata keluarga. RRI melaporkan bahwa fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi penginapan atau wisma, sepeda air, waterball, perahu, perahu rakit, spot foto, sarana outbound, pemancingan, dan tempat makan seperti Resto Pondok Rangon serta Raudhah Chicken.[1] Sumsel24 juga menyebut adanya wahana sepeda air atau bebek air, waterball, perahu dayung, kuda tunggang, spot foto, pemancingan, rumah makan, penginapan, dan rumah tradisional di tepi danau.[2][8]
Pemancingan menjadi salah satu aktivitas yang disebut dalam beberapa liputan. Sumsel24 menulis bahwa pengunjung dapat memancing ikan di danau, antara lain ikan nila, patin, dan baung, dengan ketentuan membayar ikan yang ingin dibawa pulang.[8] Ayo Palembang juga menyoroti kegiatan memancing sebagai salah satu aktivitas yang dapat dilakukan di kawasan danau.[7]
Selain sebagai tempat rekreasi umum, kawasan Danau Telok Putih juga digunakan untuk kegiatan keluarga dan rombongan. RRI mencatat kunjungan keluarga, kegiatan rihlah, family gathering, serta kunjungan majelis taklim dari Palembang dan sekitarnya.[1] Karena berada di lingkungan pesantren, pengelolaan tempat ini juga berkaitan dengan tata tertib dan karakter religius kawasan pendidikan Islam tersebut.
Potensi pariwisata halal dan ekonomi lokal
Danau Telok Putih juga dibahas dalam konteks pengembangan ekonomi lokal dan pariwisata halal. Dalam artikel pengabdian kepada masyarakat yang terbit pada jurnal BEGAWI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2025, lokasi kegiatan disebut berada di kompleks Pesantren Raudhatul Ulum yang memiliki tempat wisata bernama Danau Telok Putih. Artikel tersebut menyebut danau ini berpotensi dikembangkan sebagai ikon pariwisata halal terpadu di Desa Sakatiga.[9]
Dalam artikel yang sama, hasil diskusi dan umpan balik peserta menunjukkan kebutuhan pendampingan dan pengetahuan dalam bidang kerajinan untuk mendukung wisata halal Danau Telok Putih.[9] Oleh karena itu, Danau Telok Putih tidak hanya diposisikan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari peluang pembangunan ekonomi desa berbasis potensi wisata, UMKM, dan nilai-nilai ekonomi syariah.[9]
Pengelolaan dan tantangan
Pengelolaan Danau Telok Putih berkaitan erat dengan lingkungan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga. RRI menyebut pihak pengelola mengangkat tagline "Enjoy RU" untuk menggambarkan harapan agar pengunjung menikmati suasana kawasan danau dan pesantren.[1] RRI juga melaporkan adanya wisma dan pondok penginapan untuk mendukung kunjungan wali santri dari luar daerah.[1]
Sejumlah pemberitaan menunjukkan bahwa fasilitas Danau Telok Putih mengalami perkembangan, tetapi juga menghadapi tantangan. Ayo Palembang pada Agustus 2024 menyebut fasilitas di kawasan danau masih terbatas dan pemeliharaan belum sepenuhnya maksimal.[7] Pada periode yang berdekatan, RRI memuat keterangan yang lebih rinci mengenai fasilitas rekreasi dan akomodasi yang tersedia di kawasan tersebut.[1] Perbedaan penekanan tersebut menunjukkan bahwa Danau Telok Putih dapat dipahami sebagai destinasi lokal yang masih berkembang dan memerlukan pengelolaan berkelanjutan agar dapat melayani pengunjung tanpa mengurangi fungsi utama kawasan pesantren sebagai lingkungan pendidikan.
↑Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir (2024). Kecamatan Indralaya Dalam Angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir. Diakses tanggal 27 Juni 2026.
123Widyanata, Fera; Suhel; Syatiri, Ahmad; Pertiwi, Rasyida; Wahyudi, Heru (2025). "Penguatan Rantai Halal Industri UMKM". BEGAWI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 3 (1). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung: 34–41. doi:10.23960/begawi.v3i1.62. Diakses tanggal 27 Juni 2026.