Teung; nama atau gelar adat yang diberikan kepada sebuah negeri. Umumnya menggambarkan sejarah dan peristiwa besar yang pernah dialami oleh negeri yang bersangkutan.
Negeri Pela; negeri yang menjadi hubungan pela dan saling menganggap bahwa mereka adalah saudara secara adat.
Negeri Gandong; negeri yang memiliki keterkaitan sejarah secara genealogis seperti memiliki moyang yang merupakan adik-kakak atau berasal dari suatu tempat yang sama sebelum terpisah. Saudara gandong adalah saudara secara darah.
Keterangan; informasi singkat yang dituliskan apabila ada hal yang rancu atau ambigu.
Ada sumber yang menyatakan bahwa Wakasihu mengklaim memiliki hubungan gandong dengan Negeri Ouw. Klaim tersebut didasari oleh kepercayaan di Wakasihu bahwa sebagian penduduk Ouw berasal dari sana. Namun, hal ini dibantah oleh Negeri Seith yang menyebutkan bahwa Ouw hanya berhubungan gandong dengan mereka, bukan negeri lain mana pun. Masyarakat Ouw tetap mengakui bahwa mereka memiliki hubungan sosial dengan Wakasihu, dalam hal ini, kedua negeri adalah pela biasa, yang diduga berkaitan dengan posisi Ouw sebagai penjual gerabah dan Wakasihu sebagai salah satu pembeli. Ouw sendiri ber-pela dengan banyak negeri di Leihitu dan pesisir selatan Pulau Seram, hampir semuanya berlatar belakang ucapan terima kasih karena telah membeli produk gerabahnya.
↑L. Wattimena (2010). "Pela antara Negeri Latuhalat dan Negeri Alang, Perspektif Antropologi-Sosiologi dalam Dinamika Sosial Budaya". Kapata Arkeologi. 6 (10): 90–100. doi:10.24832/kapata.v6i10.133.
Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional (2000). Lembaga Pendidikan Kemasyarakatan dan Budaya Universitas Indonesia (ed.). Lembaga Budaya Pela dan Gandong di Maluku: Latar Sejarah, Peranan dan Fungsinya(PDF). Jakarta: Proyek Pengembangan Media, Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan Nasional RI. hlm.106.
Pieris, John (2004). Tragedi Maluku: Sebuah Krisis Peradaban, Analisis Kritis Aspek: Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya, dan Keamanan, Edisi I. Yayasan Obor Indonesia. hlm.201.