Berikut ini adalah daftar bursa efek utama di seluruh dunia yang dikelompokkan berdasarkan wilayah geografis. Selain memperdagangkan efek ekuitas konvensional, banyak bursa efek modern juga memfasilitasi perdagangan kontrak berjangka, opsi, dan instrumen derivatif keuangan lainnya. Data berupa tahun berdiri, estimasi kapitalisasi pasar, dan jumlah emiten bersifat indikatif berdasarkan kondisi sekitar tahun 2023–2024.
Untuk daftar pasar yang khusus menangani komoditas dan derivatif, lihat pula daftar bursa berjangka.
Bursa efek terbesar di Tiongkok Daratan dengan estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 6–7 triliun. Menaungi papan inovatif STAR Market (科创板, diluncurkan 2019) yang dirancang untuk perusahaan teknologi tinggi. Indeks acuan: SSE Composite Index.
Berfokus pada perusahaan teknologi, manufaktur inovatif, dan startup Tiongkok. Menaungi ChiNext (创业板), papan pertumbuhan yang sering disamakan dengan Nasdaq. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 3–4 triliun. Indeks acuan: SZSE Component Index.
Terbentuk dari konsolidasi empat bursa lokal pada 1986; dioperasikan oleh Hong Kong Exchanges and Clearing Limited sejak 2000. Jembatan utama antara modal global dan pasar Tiongkok melalui program Stock Connect dengan SSE dan SZSE. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 3,5–5 triliun. Indeks acuan: Hang Seng Index.
Bursa paling baru di Tiongkok; resmi beroperasi pada 15 November 2021. Berfokus pada UMKM inovatif yang belum memenuhi syarat pencatatan di SSE atau SZSE. Dikembangkan dari platform New Third Board (NEEQ).
Bursa terbesar di Asia dengan estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 5–6 triliun dan lebih dari 3.900 emiten. Sejak 2013 terintegrasi ke dalam Japan Exchange Group (JPX) bersama Bursa Efek Osaka. Memiliki empat papan: Prime, Standard, Growth, dan TOKYO PRO Market. Indeks acuan: Nikkei 225 dan TOPIX.
Sejak bergabung dalam Japan Exchange Group (JPX) pada 2013, OSE difokuskan sepenuhnya sebagai pusat perdagangan derivatif dan kontrak berjangka Jepang—termasuk kontrak berjangka indeks Nikkei—sementara perdagangan saham dikonsolidasi di TSE.
Mengonsolidasikan Korea Stock Exchange (KSE), KOSDAQ (teknologi & pertumbuhan), dan pasar derivatif Korea Futures Exchange (KOFEX) pada 2005. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 1,5–2 triliun. Indeks acuan: KOSPI dan KOSDAQ Composite.
Didominasi industri semikonduktor dan teknologi global, termasuk TSMC—salah satu perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di dunia. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 1,5–2 triliun. Indeks acuan: TAIEX.
Bursa tunggal nasional hasil konsolidasi Bursa Efek Jakarta (BEJ, aktif kembali 1977) dan Bursa Efek Surabaya (BES, 1989) pada 1 Desember 2007. Per 2024, jumlah emiten tercatat telah melampaui 900 perusahaan. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 700 miliar. Indeks acuan: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG / IDX Composite).
Didirikan sebagai Kuala Lumpur Stock Exchange (KLSE) pada 1964; berganti nama menjadi Bursa Malaysia pada 2004 seiring demutualisasi. Dikenal sebagai salah satu pusat pasar sukuk (obligasi syariah) terbesar dan paling likuid di dunia. Indeks acuan: FBM KLCI (FTSE Bursa Malaysia KLCI).
Terbentuk dari penggabungan Stock Exchange of Singapore (SES, 1973) dan Singapore International Monetary Exchange (SIMEX) pada 1999. Hub pasar modal internasional utama ASEAN; banyak emiten asing mencatatkan sahamnya melalui skema dual primary listing. Indeks acuan: Straits Times Index (STI).
Memiliki dua papan pencatatan: SET (papan utama) dan MAI (Market for Alternative Investment, untuk perusahaan berkembang). Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 500–600 miliar. Indeks acuan: SET Index.
Bursa tunggal hasil penggabungan Manila Stock Exchange (1927) dan Makati Stock Exchange (1963) pada 1994. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 200–270 miliar. Didominasi oleh konglomerat keluarga besar. Indeks acuan: PSEi Composite.
Bursa efek utama Vietnam; kini beroperasi di bawah payung Vietnam Exchange (VNX) bersama Hanoi Stock Exchange (HNX). Saat ini dikategorikan sebagai pasar perbatasan (frontier market) dengan potensi naik ke status Pasar Berkembang. Indeks acuan: VN-Index.
Bursa efek tertua di Asia; didirikan secara informal oleh Premchand Roychand pada 1875 di kawasan Dalal Street, Mumbai. Memiliki lebih dari 5.500 emiten tercatat—terbanyak di dunia. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 4–5 triliun. Indeks acuan: SENSEX (S&P BSE Sensex 30).
Bursa elektronik pertama di India; mencatat volume perdagangan derivatif terbesar di dunia berdasarkan jumlah kontrak (per data 2022–2024). Pelopor teknologi perdagangan berbasis layar di Asia Selatan. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 4–5 triliun. Indeks acuan: NIFTY 50.
Terbentuk dari penggabungan tiga bursa regional: Karachi Stock Exchange (1947), Lahore Stock Exchange (1970), dan Islamabad Stock Exchange (1989) pada 11 Januari 2016. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 80–100 miliar. Indeks acuan: KSE-100 Index.
Bursa saham terbesar di Bangladesh dengan ratusan emiten dari sektor tekstil, perbankan, farmasi, dan industri manufaktur. Merupakan hub kapital utama di negara ini. Indeks acuan: DSEX.
கொழும்பு பங்குப் பரிவர்த்தனை / කොළඹ කොටස් වෙළෙඳපොළ
CSE
1985
Pasar modal utama Sri Lanka dengan lebih dari 200 perusahaan tercatat, meliputi sektor perkebunan teh, manufaktur, perbankan, dan infrastruktur. Menggunakan penamaan resmi dalam dua bahasa: Tamil dan Sinhala.
Bursa efek terbesar di kawasan Asia Tengah. Memiliki peran sentral dalam perdagangan obligasi pemerintah, instrumen valas, dan derivatif Kazakhstan. Beroperasi berdampingan dengan Astana International Exchange (AIX) di bawah Astana International Financial Centre (AIFC).
Bursa efek terbesar di kawasan MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara) dengan estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 2,5–3 triliun. Menampung Saudi Aramco, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Masuk ke indeks FTSE Emerging Markets sejak 2019. Indeks acuan: TASI (Tadawul All Share Index).
Bursa efek utama UAE dengan pertumbuhan kapitalisasi tercepat di kawasan Teluk; estimasi kapitalisasi pasar melampaui USD 700 miliar berkat pencatatan ADNOC Group dan konglomerat perbankan besar. Indeks acuan: ADX General Index.
Salah satu bursa efek pertama di dunia yang secara resmi mengadopsi prinsip-prinsip keuangan syariah (Shari'a-compliant). Berfokus pada saham korporasi dan sukuk global. Beroperasi di bawah Dubai Financial Market PJSC.
Pusat keuangan strategis di kawasan Teluk; menjadi perusahaan publik sejak 2009 dengan Euronext sebagai pemegang saham minoritas. Didominasi emiten sektor perbankan, migas, dan telekomunikasi. Indeks acuan: QE All Share Index.
Bursa saham tertua di kawasan Teluk yang menjalani proses privatisasi dan restrukturisasi penuh antara 2014–2019. Diklasifikasikan sebagai Pasar Berkembang oleh MSCI sejak 2020. Indeks acuan: Kuwait All Share Index.
Bursa efek tunggal Israel yang dikenal sebagai salah satu ekosistem teknologi tinggi paling aktif di dunia, sejalan dengan posisi Israel sebagai "Start-Up Nation". Banyak perusahaan teknologi Israel terdaftar ganda di TASE dan Nasdaq. Indeks acuan: TA-35 Index.
Didirikan sebagai Chicago Board Options Exchange; pelopor pasar opsi terstandarisasi di dunia. Kini mengoperasikan sejumlah bursa derivatif di AS, Eropa, dan Asia-Pasifik. Penerbit indeks volatilitas pasar global: VIX (dikenal sebagai Fear Index).
Salah satu dari sepuluh bursa terbesar di dunia dengan estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 2,5–3 triliun dan sekitar 1.500 emiten. Dioperasikan oleh TMX Group. Dikenal sebagai pusat pencatatan saham sektor energi, pertambangan, dan keuangan. Indeks acuan: S&P/TSX Composite.
Platform pencatatan publik untuk emiten tahap awal dan skala kecil-menengah; juga di bawah TMX Group. Banyak dimanfaatkan oleh perusahaan pertambangan junior dan teknologi awal yang kemudian graduate ke TSX induk.
Bursa saham utama Meksiko yang terintegrasi dengan pasar derivatif MexDer dan kliring CCV. Beroperasi di bawah Grupo BMV. Indeks acuan: IPC (Índice de Precios y Cotizaciones).
Bursa saham kedua Meksiko yang beroperasi secara elektronik penuh sejak 2018; hadir sebagai pesaing BMV untuk mendorong kompetisi, efisiensi, dan perluasan akses pasar modal di Meksiko.
Bursa terbesar di Amerika Latin. Nama "B3" muncul pada 2017 ketika BM&FBovespa merger dengan Cetip. BM&FBovespa sendiri terbentuk pada 2008 dari penyatuan Bovespa (Bolsa de Valores de São Paulo, didirikan 1890) dengan BM&F. Menaungi sekitar 400 emiten. Indeks acuan: Ibovespa.
Pasar saham utama Argentina, terbentuk dari restrukturisasi Bolsa de Comercio de Buenos Aires (BCBA, berdiri 1854). Beroperasi dalam kondisi bergejolak akibat pembatasan ketat valuta asing, inflasi tinggi, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi makro.
Bursa saham utama Venezuela yang beroperasi dalam kondisi terbatas akibat kontrol devisa ketat, hiperinflasi kronis, dan ketidakstabilan politik. Aktivitas perdagangan dan kepercayaan investor asing sangat terpengaruh.
Bursa saham terbesar di Cile. Bersama Bursa Efek Kolombia dan Bursa Efek Lima, bergabung dalam holding regional Nuam Exchange yang diluncurkan pada 2022 untuk meningkatkan integrasi dan likuiditas pasar modal Amerika Latin.
Terbentuk dari penggabungan tiga bursa regional—Bogotá, Medellín, dan Occidente—pada 2001. Bergabung dalam Nuam Exchange. Didominasi emiten sektor minyak, gas, dan keuangan.
Salah satu bursa efek tertua di Amerika Latin; kini berada di bawah naungan Nuam Exchange. Sektor pertambangan dan sumber daya alam mendominasi komposisi pasar.
Jaringan bursa efek pan-Eropa terbesar; terbentuk pada 2000 dari penggabungan bursa Paris (1724), Amsterdam (1602), dan Brussel (1801). Kemudian berkembang mencakup Dublin, Lisboa (1769), Oslo (1819), dan Milan (Borsa Italiana, diakuisisi dari LSEG pada 2021). Bursa Saham Amsterdam (1602) diakui sebagai bursa efek berbasis saham tertua di dunia yang masih beroperasi. Estimasi kapitalisasi gabungan sekitar USD 6–7 triliun.
Salah satu hub finansial terbesar dan tertua di dunia. Dioperasikan oleh London Stock Exchange Group (LSEG) yang juga memiliki FTSE Russell dan berbagai layanan data keuangan global. Memiliki dua papan utama: Main Market dan AIM (Alternative Investment Market). Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 3–4 triliun. Indeks acuan: FTSE 100 ("Footsie").
Berakar dari bursa niaga Frankfurt abad ke-16 (1585); berkembang menjadi institusi formal pada abad ke-19. Dioperasikan oleh Deutsche Börse AG yang juga menaungi bursa derivatif Eurex. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 2–2,5 triliun. Indeks acuan: DAX (40 perusahaan blue-chip Jerman).
Terbentuk dari penyatuan bursa Zurich (1877), Basel (1876), dan Jenewa (1857) pada 1995. Mencatatkan banyak perusahaan multinasional Swiss terkemuka seperti Nestlé, Novartis, Roche, dan UBS. Sejak 2020 menaungi BME Spanyol melalui akuisisi oleh SIX Group. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 1,5–2 triliun.
Bursa saham utama Spanyol; beroperasi di bawah payung Bolsas y Mercados Españoles (BME) yang juga menaungi bursa Valencia, Bilbao, dan Barcelona. Sejak 2020 menjadi bagian dari SIX Group Switzerland. Indeks acuan: IBEX 35.
Bursa terbesar di kawasan Nordik dengan estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 1–1,5 triliun. Dioperasikan oleh Nasdaq, Inc. sejak 2008. Indeks acuan: OMX Stockholm 30 (OMXS30).
Bursa efek Denmark; merupakan salah satu bursa dengan emiten sektor farmasi terkuat di Eropa, termasuk Novo Nordisk yang sempat menjadi perusahaan dengan nilai pasar terbesar di Eropa pada 2023–2024.
Bursa efek Finlandia; secara historis pernah didominasi oleh Nokia, dan kini mencerminkan diversifikasi industri yang lebih luas mencakup teknologi, manufaktur, dan jasa keuangan.
Terbentuk dari penggabungan MICEX (Moscow Interbank Currency Exchange, 1992) dan RTS (Russian Trading System) pada 2011. Bursa terbesar di Rusia dan Eropa Timur. Sejak sanksi internasional akibat invasi Ukraina (2022), perdagangan instrumen asing, ETF, dan obligasi negara terdampak pembatasan signifikan. Indeks acuan: MOEX Russia Index.
Terbentuk dari penggabungan Istanbul Stock Exchange (İMKB, 1985), Istanbul Gold Exchange, dan Turkish Derivatives Exchange (TürkDex) pada 2013. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 300–500 miliar. Indeks acuan: BIST 100.
Bursa efek terbesar di kawasan Eropa Tengah dan Timur (CEE); berdiri kembali pada 12 April 1991 pascaera komunisme. Juga mengoperasikan NewConnect untuk emiten skala kecil-menengah. Indeks acuan: WIG20.
Bursa saham utama Yunani yang juga mencakup pasar derivatif dan obligasi. Setelah krisis utang 2010–2015, pasar modal Yunani mengalami reformasi mendalam. Sektor perkapalan, perbankan, dan pariwisata mendominasi komposisi emiten. Indeks acuan: ATHEX Composite.
Memiliki sejarah sejak 1871, ditutup pada era komunisme, dan dibuka kembali pada April 1993. Dioperasikan oleh Vienna Stock Exchange (Wiener Börse) Group sejak 2020. Indeks acuan: PX Index.
Salah satu bursa efek tertua di Eropa Tengah; pernah menjadi bursa paling maju di kawasan pada akhir abad ke-19. Ditutup pada era komunisme dan dibuka kembali pada 1990. Indeks acuan: BUX.
Pasar modal berkembang yang didirikan pada 1882, ditutup di era komunis, dan aktif kembali sejak 1995. Pada 2024, FTSE Russell mengangkat status BVB ke kategori Secondary Emerging Market, meningkatkan visibilitasnya bagi investor institusional global. Indeks acuan: BET (Bucharest Exchange Trading).
Bursa utama di Oseania, terbentuk dari penyatuan enam bursa negara bagian Australia pada 1 April 1987. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 1,5–2 triliun dengan lebih dari 2.000 emiten. Kaya akan emiten sektor pertambangan, energi, dan keuangan. Indeks acuan: S&P/ASX 200.
Bursa efek tunggal Selandia Baru; menggunakan penamaan resmi dwibahasa: New Zealand Exchange (Inggris) dan Te Paehoko o Aotearoa (Māori), sebagai bentuk pengakuan terhadap warisan budaya Māori. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 80–100 miliar. Indeks acuan: S&P/NZX 50.
Bursa saham kecil yang melayani emiten sektor pertambangan, migas, dan komoditas lokal. Banyak perusahaan yang tercatat di PNGX sekaligus memiliki pencatatan ganda (dual-listed) di Bursa Efek Australia (ASX).
Bursa saham regional yang melayani negara-negara kepulauan Pasifik Selatan; jumlah emiten terbatas dan bergantung pada sektor pariwisata dan keuangan regional.
Bursa efek terbesar, tertua, dan paling canggih secara teknologi di Afrika, dengan estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 1–1,2 triliun. Berdiri pada 8 November 1887 untuk memfasilitasi perdagangan saham perusahaan pertambangan emas Witwatersrand. Indeks acuan: FTSE/JSE All Share Index.
Menggabungkan operasional Bursa Saham Aleksandria (1883) dan Bursa Saham Kairo (1903), menjadikannya salah satu bursa tertua di Afrika dan Timur Tengah. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 30–50 miliar. Indeks acuan: EGX 30 dan EGX 70.
Hub investasi utama di kawasan Afrika Barat dan pasar modal terbesar kedua di Sub-Sahara Afrika. Didirikan bersamaan dengan kemerdekaan Nigeria pada 1960; berganti nama dari Nigerian Stock Exchange menjadi Nigerian Exchange Group pada 2021. Indeks acuan: NGX All-Share Index.
Pusat perdagangan saham utama bagi kawasan Afrika Timur dengan sekitar 60 emiten tercatat dari berbagai sektor. Berperan sebagai platform investasi lintas negara bagi perusahaan di wilayah Afrika Timur dan Afrika Tengah. Indeks acuan: NSE 20 Share Index dan NSE All Share Index (NASI).
Hub keuangan terkemuka di kawasan Afrika Utara dan Barat (Maghreb). Menggunakan paduan bahasa Prancis dan bahasa Arab dalam operasional resminya. Estimasi kapitalisasi pasar sekitar USD 60–80 miliar. Indeks acuan: MASI (Moroccan All Shares Index).