| Masa jabatan |
Nama |
Catatan |
Referensi |
| 1980–1986 |
 |
Atal Bihari Vajpayee |
Vajpayee menjadi Presiden PBJ pertama setelah pembentukannya pada 1980. Di bawah masa jabatannya, PBJ menjadikan dirinya sendiri sebagai partai sentris yang bergerak dari politik striden Jana Sangh. Vajpayee, yang sering kali dipandang sebagai wajah moderat dari PBJ, kemudian menjadi Perdana Menteri pertama yang tak berasal dari Kongres Nasional India yang menjalani masa jabatan secara penuh. |
[9] [13] [14]
|
| 1986–1991 |
 |
L. K. Advani |
Advani meneruskan Atal Bihari Vajpayee dalam jabatan Presiden pada 1986, sebuah peristiwa yang biasanya diasosiasikan dengan peralihan dalam ideologi PBJ menuju Hindutva garis keras, yang dieksemplifikasikan oleh Ram Rath Yatra pimpinan Advani pada 1990 sebagai bagian dari upaya untuk menggalang dukungan elektoral dengan memegang nasionalisme relijius. Ia menjabat sebagai Presiden Jana Sangh pada 1973. |
[9] [13]
[17]
|
| 1991–1993 |
 |
Murli Manohar Joshi |
Joshi terafiliasi dengan RSS selama hampir lima puluh tahun sebelum ia menjadi Presiden PBJ pada 1991. Seperti pendahulunya L. K. Advani, ia memainkan peran besar dalam agitasi Ram Janmabhoomi. Ia kemudian menjabat sebagai menteri kabinet dalam pemerintahan pimpinan Atal Bihari Vajpayee. Pada masa kepresidenannya, PBJ menjadi partai oposisi utama untuk pertama kalinya. |
[17] [19] [20] [21] |
| 1993–1998 |
 |
L. K. Advani |
Advani menjadi anggota RSS selama lima puluh tahun saat ia menjabat untuk kedua kalinya. Kampanye agresifnya membantu PBJ menjadi partai terbesar di dewan rendah Parlemen Inggris setelah pemilu pada 1996. Meskipun Atal Bihari Vajpayee menjadi Perdana Menteri, Advani dipandang sebagai kekuatan dalam partai tersebut, dan kemudian menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri. |
[17] [21] |
| 1998–2000 |
– |
Kushabhau Thakre |
Thakre berasosiasi dengan RSS sejak 1942. Ia tak dikenal di luar PBJ saat ia menjadi Presiden pada 1998, beberapa bulan setelah pemerintahan Aliansi Demokrat Nasional pimpinan PBJ menjabat. Pada masa jabatannya, PBJ mengurangi kadar Hindutva-nya, seperti tuntutan untuk meniadakan Pasal 370 dari konstitusi India, untuk mengakomodasi pandangan koalisi besar. |
[22] [23] [24] |
| 2000–2001 |
– |
Bangaru Laxman |
Laxman, seorang anggota RSS jangka panjang, menjadi Presiden Dalit pertama dari PBJ pada 2000. Setahun kemudian, sebuah operasi tangkap tangan oleh majalah Tehelka menunjukkan bahwa ia menerima suap, yang membuat Laxman langsung mengundurkan diri. Ia masih berada di Eksekutif Nasional partai tersebut sampai 2012, saat ia digugat atas kasus korupsi dan mengundurkan diri. |
[25] [26] |
| 2001–2002 |
 |
Jana Krishnamurthi |
Krishnamurthi menjadi pelaksana jabatan Presiden setelah Laxman mengundurkan diri, dan diangkat menjadi Presiden oleh Eksekutif Nasional tak lama setelahnya. Ia mengundurkan diri setahun kemudian saat ia menjadi menteri dalam pemerintahan pusat di bawah kepemimpinan Atal Bihari Vajpayee sebagai bagian dari perombakan kabinet. |
[26] [27] [28] [29] |
| 2002–2004 |
 |
Venkaiah Naidu |
Naidu terpilih menjadi Presiden BJP setelah Jana Krishnamurthi diangkat dalam Kabinet. Pemilihannya dipandang oleh para komentator sebagai pertanda bahwa L. K. Advani dan sayap nasionalis Hindu ortodoks dari partai tersebut telah memegang lagi kontrol atas partai tersebut. Meskipun terpilih pada masa jabatan penuh, Naidu mundur setelah NDA kalah dalam pemilihan umum India 2004 dari Aliansi Progresif Bersatu pimpinan Kongres Nasional India. |
[30] [29] |
| 2004–2005 |
 |
L. K. Advani |
Advani, yang kemudian menjabat sebagai pemimpin oposisi di Lok Sabha, menjadi Presiden PBJ untuk ketiga kalinya setelah Venkaiah Naidu mundur setelah pemilihan umum India 2004. Advani masih memegang jabatannya sebagai pemimpin oposisi. Advani mundur dari jabatan Presiden pada 2005, setelah ia mengundang kontroversi karena menyebut Muhammad Ali Jinnah sebagai pemimpin sekuler. |
[17] [30] [31] [32] [33] |
| 2005–2009 |
 |
Rajnath Singh |
Singh menjabat sebagai Presiden PBJ pada Desember 2005 untuk sisa masa jabatan Advani. Ia diangkat lagi untuk masa jabatan penuh pada 2006. Singh memegang beberapa jabatan untuk RSS dan PBJ, yang meliputi jabatan ketua menteri Uttar Pradesh dan Presiden sayap pemuda PBJ. Ia mendorong pengembalian wadah Hindutva. Singh mundur setelah NDA kalah dalam pemilihan umum India 2009 |
[17] [33] [34] [35] [36] |
| 2009–2013 |
 |
Nitin Gadkari |
Gadkari menjadi Presiden PBJ termuda pada 2009. Seorang anggota RSS jangka panjang, ia menjabat sebagai menteri dalam pemerintahan koalisi di Maharashtra dan sebagai Presiden sayap pemuda PBJ. Ia memiliki dukungan kuat dari kepemimpinan RSS. Gadkari mundur pada 2013 setelah sebuah skandal terkait masa jabatannya sebagai menteri dan dakwaan lain tentang masalah finansial. |
[17] [36] [37] |
| 2013–2014 |
 |
Rajnath Singh |
Singh terpilih menjadi Presiden untuk masa jabatan keduanya setelah Gadkari mundur pada 2013. Singh memainkan peran besar dalam kampanye PBJ untuk pemilihan umum India 2014, yang meliputi deklarasi Narendra Modi menjadi kandidat Perdana Menteri partai tersebut meskipun mendapatkan penentangan dari kalangan PBJ. Setelah kemenangan longsor partai tersebut, Singh mundur dari jabatan presiden partai untuk memegang jabatan Menteri Dalam Negeri. |
[17] [36] [38] |
| 2014–2019 |
|
Amit Shah |
Shah, seorang orang kepercayaan dekat dari Perdana Menteri India Narendra Modi, menjadi Presiden PBJ untuk sisa masa jabatan Rajnath Singh setelah Singh bergabung dengan kabinet Modi. Para komentator menyebut pelantikan Shah sebagai pertanda kontrol Modi atas PBJ. Shah terpilih lagi untuk masa jabatan tiga tahun penuh pada 2016. |
- |
11 |
2020–Incumbent |
 |
Jagat Prakash Nadda |
Himachal Pradesh |
[41] [42] |
| A long-time associate of the RSS, Nadda was involved with the ABVP in college, and rose through the ranks of the BJP youth wing. He was elected a member of the legislative assembly in Himachal Pradesh, and later held a ministership in the NDA-led Indian government from 1998 to 2003. He was elected "working president" of the BJP in 2019, and shared the responsibility of running the party with Amit Shah for a year before being elected president. |