1995-2008
Courts pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dengan menggandeng PT Matahari Putra Prima sebagai pelisensinya, di bawah pengelolaan PT Matahari Tatagriya Persona.[5][6] PT Matahari Tatagriya sendiri didirikan pada 15 Agustus 1994,[7] dengan kepemilikan 99% oleh PT Matahari Putra Prima.[8] Berkantor pusat di Denpasar, gerai Courts pada saat itu hanya ada di Bali dan Lombok,[9] dengan gerai pertama adalah Courts Ubung di Denpasar, Bali yang dibuka pada 1995.[10] Pada awal 2000-an, namanya diganti menjadi PT Matahari Courts dan pada Juli 2002, perusahaan resmi mencatatkan dirinya di Bursa Efek Surabaya, berkode emiten MACO.[10][11]
Tidak lama kemudian, PT Matahari Courts kemudian diakuisisi oleh pengelola Courts Malaysia, Courts Mammoth Sdn. Bhd. yang merupakan anak usaha Courts plc. Akuisisi ini diumumkan pada Agustus 2003 senilai MYR 47,8 juta untuk 95% sahamnya.[12] Akhirnya, Matahari Putra Prima pun melepas kepemilikan mayoritas perusahaannya tersebut,[13] dan sejak 24 November 2003 namanya menjadi PT Courts Indonesia Tbk, dengan kepemilikan 50,1% Courts plc, 45,4% dari Courts Mammoth, sisanya Matahari[14] dan publik. Meskipun Courts plc kemudian mengalami kebangkrutan, tetapi Courts Indonesia bisa bertahan karena pada 31 Juli 2007 telah diakuisisi oleh penguasa baru Courts Malaysia, Malaysia Retail Group.[7] Pasca lepas dari Matahari, Courts dengan ekspansif membangun banyak gerai di pulau Jawa, sehingga berkembang dari 2 saja di Bali dan Lombok menjadi 46 gerai pada 2006[11] (13 toko di Bali, 3 toko di Lombok, 20 toko di Jawa Timur, 8 toko di Jawa Tengah serta 3 toko di Banten) dan memiliki 1.100 karyawan.[15]
Akan tetapi, memasuki pertengahan 2006, banyak gerai-gerai itu yang tidak menguntungkan, khususnya di pulau Jawa akibat kurang efektifnya sistem kredit/angsuran yang ditawarkan Courts.[9][10] Dengan kehadiran pengendali baru pada 2007, manajemen baru memutuskan mengatasi masalah itu dengan menutup banyak toko Courts di Indonesia, sehingga pada November 2008 hanya memiliki 24 gerai.[9][10] Sempat berusaha dijual ke Saratoga Investama Sedaya lewat perjanjian pada 10 November 2008,[10] usaha tersebut gagal dan akhirnya Courts "angkat kaki" dengan menutup bisnisnya di Indonesia.[9] PT Courts Indonesia Tbk sempat berusaha menjual kepemilikannya ke investor lainnya,[16] dan akhirnya di akhir 2009, saham MACO dihapuskan dari Bursa Efek Indonesia.[17] Tidak lama kemudian, perusahaan tersebut dilikuidasi.[18]
2014-sekarang
6 tahun setelah menghentikan bisnisnya di Indonesia, Courts kembali lagi menjelang akhir 2014, di bawah perusahaan baru bernama PT Courts Retail Indonesia, dimiliki oleh pemilik yang berbeda yaitu Courts Asia Limited[4] (meskipun sebenarnya Courts Asia Limited juga memiliki Courts di Malaysia yang dahulu memiliki Courts pertama). Rencana comeback ini sebenarnya sudah disusun sejak 2009.[19] Tidak tanggung-tanggung, Courts langsung membangun Courts Megastore di Kota Harapan Indah, Bekasi sejak Oktober 2013[20] bermodal US$ 3 juta−US$ 4 juta, ditambah dana investasi lainnya senilai US$ 10 juta−US$ 15 juta. Gerai Courts baru ini terdiri atas 2 lantai seluas 12.000 m2, dengan produk elektronik, produk rumah tangga hingga furnitur ditambah sejumlah restoran. Targetnya adalah menghasilkan US$ 2,4 juta-US$ 3,6 juta setahun per-gerai dan mempunyai 10 gerai di Indonesia dalam 5 tahun mendatang. Gerai ini diresmikan pada 18 Oktober 2014 sebagai gerai Courts terluas.[21][22]
Kemudian, Courts juga membangun gerai yang lebih kecil, di Mega Bekasi Hypermall, dan Ramayana Bogor Square yang diresmikan pada 2 Mei 2015 serta merencanakan perluasan ke Surabaya, Medan, dan Bali. Courts Indonesia ingin menjadi penguasa pasar di bisnis ritel elektronik, furnitur, dan peralatan rumah tangga dengan menawarkan variasi produk yang lebih banyak ke konsumen.[23] Gerai Megastore kedua dibuka di BSD City pada Januari 2016[24] dan pada 30 September 2017 Courts membuka gerainya yang ke-24 di Indonesia (Jabodetabek) dan pertama di Jakarta, yaitu di Tamini Square.[25]
Pesaing terdekat Courts di Indonesia adalah IKEA yang hadir di Indonesia hampir bersamaan dengan hadirnya Courts.[26] Akan tetapi, bisa dikatakan "reinkarnasi" bisnis Courts kedua di Indonesia ini pun tidak terlalu bagus. Gerai Megastore di BSD ditutup pada 2019 setelah beroperasi hanya selama 3 tahun[27] dan saat ini, dari 24 gerai pada 2017, Courts hanya memiliki 4 gerai: di Kota Harapan Indah (Megastore), Mega Bekasi, Bogor Trade Mall dan Marcella Square Bintaro.[28]