Condoleezza Rice, Ph.D. (kadang disebut Condi Rice) (lahir 14 November 1954), adalah mantan Sekretaris Negara AS. Dia adalah wanita Afrika-Amerika pertama, orang Afrika-Amerika kedua (setelah Colin Powell), dan wanita kedua (setelah Madeleine Albright) yang menjabat di posisi ini.
Rice adalah Penasehat Keamanan Nasional AS kepada PresidenGeorge W. Bush pada masa bakti pertamanya. Dia adalah orang Afrika-Amerika kedua dan wanita pertama yang mendapat jabatan Penasehat Keamanan Nasional.
Pada November2004, Bush menominasikannya untuk menggantikan Colin Powell sebagai Sekretaris Negara. Pada 26 Januari2005, Senat AS memastikan nominasinya melalui pemungutan suara dengan hasil 85-13, dan dia pun dilantik hari itu juga.
Awal hidup dan pendidikan
Rice lahir di Birmingham, Alabama sebagai anak tunggal Angelena Rice dan John Wesley Rice, Jr. Ayahnya menjadi pendeta di Gereja Presbyterian Westminster dan ibunya adalah seorang guru musik.
Pada 1967, keluarganya pindah ke Denver ketika ayahnya menerima jabatan administratif di Universitas Denver. Namanya adalah sebuah variasi istilah musik Italia con dolcezza yang merupakan petunjuk untuk bermain “dengan manis”. Diarsipkan 2005-04-03 di Wayback Machine.
Rice masih berusia delapan tahun ketika teman sekolahnya Denise McNair terbunuh dalam pengeboman Gereja Baptis Sixteenth Street, yang jemaatnya mayoritas merupakan orang Afrika-Amerika, oleh para pendukung keunggulan bangsa kulit putih pada 15 September1963. Rice berkata bahwa masa kecilnya dalam masa perbedaan ras mengajarkannya untuk melawan permusuhan, dan perlunya untuk menjadi “dua kali lebih baik” daripada non-minoritas. Diarsipkan 2006-03-14 di Wayback Machine..
Setelah pemilupresiden AS 2004, seorang host radio Republican mendukung pencalonan Rice sebagai Presiden dalam pemilu presiden AS 2008.
Kunjungan ke Indonesia
Rice berkunjung ke Indonesia selama dua hari pada tanggal 14 dan 15 Maret 2006. Rice menyampaikan misinya untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi terorisme, peningkatan kerja sama militer, perlindungan HAM, mengatasi flu burung, dukungan Indonesia mengatasi masalah nuklir Iran, masalah Palestina, dan masalah HAM dan hubungan internasional Myanmar.
Rice juga mengungkapkan pujian kepada toleransi antaragama dan demokrasi di Indonesia. Mengenai sentimen anti-Amerika di beberapa kalangan Rice menanggapi bahwa kebijakan AS tidak selalu populer tetapi berharap ada pengertian bahwa AS memiliki hormat yang dalam terhadap masyarakat Indonesia, dan untuk kepercayaannya yang beragam.
Trivia
Rice telah beberapa kali dalam wawancara dengannya menyatakan bahwa dia ingin menjadi Komisioner National Football League.
Rice belum menikah.
Rice memanfaatkan latihan pianonya untuk mengiringi pemain celloYo-Yo Ma dalam memainkan Violin Sonata in D minor karya Johannes Brahms di Constitution Hall pada April 2002 Diarsipkan 2006-10-19 di Wayback Machine..
Pada November 2004, Rice menjalani operasi untuk mengeluarkan sebuah tumor fibroid yang tidak berbahaya dari rahimnya.